Depok  

46 Tim Adu Cepat di Setu Rawakalong, Yeti Wulandari: Festival Perahu Naga Harus Cetak Atlet Baru

Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari (Foto : Ist)

Depok, Asatu Online – Bukan sekadar adu cepat di atas air. Festival Perahu Naga di Setu Rawakalong, Cimanggis, Kota Depok, menjadi panggung untuk menguji kekuatan atlet sekaligus mencari bibit-bibit baru yang diproyeksikan membawa nama Depok ke level lebih tinggi.

Sebanyak 46 tim dari berbagai daerah dan institusi turun bertanding dalam festival yang digelar Minggu (9/8/2026). Ajang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga dayung, menghidupkan kawasan Setu Rawakalong dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Dewan Pembina Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Depok, Yeti Wulandari, S.H., menegaskan festival tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial.

Menurutnya, ukuran keberhasilan festival bukan hanya dari meriahnya pertandingan, tetapi sejauh mana ajang tersebut mampu melahirkan atlet-atlet baru yang memiliki prestasi.

“Festival ini kami harapkan bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga mampu melahirkan bibit-bibit atlet baru yang nantinya bisa membawa nama Kota Depok di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” ujar Yeti.

Yeti mengatakan, Kota Depok memiliki potensi besar dalam olahraga dayung. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh hanya menjelang pertandingan.

“Atlet dayung Kota Depok ini sumber daya luar biasa. Sudah sampai tingkat nasional dan internasional. Kami selalu mensupport kegiatan, salah satunya festival ini bekerja sama dengan Dispora, supaya atlet kita bisa berlatih sebelum ke tingkat provinsi,” katanya.

46 Tim dari Berbagai Daerah Turun Bertanding

Festival Perahu Naga ini diikuti 46 tim dari berbagai daerah dan institusi. Peserta datang dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Karawang, Tangerang, DKI Jakarta, Kodim 0508 Depok hingga Yon TP 889 Gadapati Kota Depok.

Kehadiran puluhan tim tersebut menunjukkan bahwa olahraga perahu naga memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu menarik minat generasi muda.

Bagi PODSI Kota Depok, kompetisi semacam ini juga penting sebagai ruang evaluasi kemampuan atlet sekaligus mengukur kekuatan tim sebelum menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Jangan Biarkan Setu Hanya Jadi Tempat Latihan

Di balik semaraknya perlombaan, Yeti menyoroti persoalan yang tidak kalah penting, yakni kondisi kebersihan Setu Rawakalong.

Menurutnya, keberadaan setu harus dipandang sebagai aset bersama. Bukan hanya tempat latihan atlet, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, ruang aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

“Tempat berlatih mereka kan di setu. Beberapa wilayah setu kita masih belum terjaga kebersihannya. Padahal kalau setu bersih, bukan hanya untuk atlet, tapi juga bisa jadi destinasi wisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, Yeti mengajak masyarakat untuk tidak menyerahkan persoalan kebersihan setu sepenuhnya kepada pemerintah.

Ia menilai keberhasilan menjaga Setu Rawakalong membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, atlet, komunitas olahraga, pelaku UMKM hingga masyarakat sekitar.

“Dengan adanya festival ini, semoga mata hati masyarakat terbuka. Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita bersama,” tegas Yeti.

Olahraga, Wisata dan UMKM Harus Bergerak Bersama

Yeti berharap kegiatan olahraga yang digelar di kawasan setu dapat memberikan efek berantai bagi masyarakat. Ketika kawasan tertata dan bersih, kegiatan olahraga dapat berjalan, wisata berkembang dan pelaku UMKM memperoleh ruang untuk meningkatkan pendapatan.

Festival kali ini juga diisi dengan pembagian doorprize sehingga semakin menambah antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir.

Menurut Yeti, ada empat target besar yang harus menjadi perhatian ke depan: prestasi atlet meningkat, lahirnya bibit-bibit baru, kelestarian setu terjaga dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh.

“Harapannya prestasi atlet meningkat, bibit-bibit baru bermunculan, Setu Rawakalong tetap terjaga dan masyarakat sekitar juga ikut merasakan manfaat ekonominya,” pungkasnya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *