Alumni Angkatan 99 Hadiri Acara Satu Abad Taman Siswa

Jakarta, Asatu Online – Tarian dari berbagai daerah turut meriahkan acara satu abad Taman Siswa bertempat di Tennis Indoor Stadium Senayan Jakarta Pusat.

Alumni SMU Taman Siswa Angkatan Tahun 1999 Toni, mengatakan kami hadir bersama 50 orang alumni dan kami atas nama panitia penyelenggara acara reuni satu abad Taman Siswa berterima kasih kepada semua rekan Alumni lintas angkatan khususnya angkatan 99 yang selalu tetap solid, kata Toni pada awak media, Minggu (24/7).

Toni menambahkan acara ini sangat luar biasa yang diadakan oleh panita Pusat sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, imbuhnya.

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar – besarnya kepada keluarga besar Taman Siswa atas undangan yang telah diberikan oleh pihak panitia dalam acara satu Abad Taman Siswa, dan saya sungguh memandang suatu kehormatan besar baginya, kata Prabowo.

Sementara itu dirinya akan menyumbangkan buku untuk keluarga besar Taman Siswa sebanyak 4.000 buku yang nantinya diserahkan kepada pengurus di Taman Siswa.

Bahkan, ia ikut mengenang Jasa Ki Hajar Dewantara dalam dunia Pendidikan di Indonesia sejak masa penjajahan hingga saat ini Indonesia telah merdeka dan bergerak menuju arah yang lebih maju, sambungnya.

“Tapi saya mau bicara dari hati saya, intinya adalah bahwa Ki Hajar Dewantara sesungguhnya adalah pahlawan yang hampir dilupakan oleh kita sebagai generasi penerus.”

Oleh karena itu, Saya sebagai generasi yang menikmati kemerdekaan, dan besar di alam mulainya Indonesia membangun kemerdekaan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan Ki Hajar Dewantara tidak bisa dilepaskan dari tokoh – tokoh pejuang Kemerdekaan lainnya seperti Presiden Pertama, Soekarno, Bung Hatta dan Jendral Sudirman, serta masih banyak yang lainnya.

“Tapi kita mulai menganggap bahwa, Ki Hajar Dewantara sebagai figur yang menyumbang pikiran, tetapi sesungguhnya kita kurang paham betapa besar jasa Ki Hajar Dewantara kepada bangsa Indonesia,” tuturnya.

Prabowo mengingatkan kepada semua peserta yang hadir untuk tetap memegang teguh nilai-nilai ajaran Ki Hajar Dewantara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Yang perlu sekarang adalah Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani dan zaman sekarang yang penting bukan lagi janji kosong, tapi pelaksanaannya,” pungkasnya…(Whyu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *