Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Asruddin (kiri) dan Direktur Operasi Edi Sarwono (kanan) menerima tiga PROPER Hijau 2025 untuk pabrik Lhoknga, Cilacap, dan Tuban di TMII, Jakarta, Selasa (7/4).
Aceh, Asatu Online – PT Solusi Bangun Andalas mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar. Program bertajuk Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) itu mengantarkan perusahaan meraih PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Program ini dijalankan berbasis ekonomi sirkular dengan menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil). Lewat kolaborasi tersebut, limbah kelapa yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
PROPER sendiri merupakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Predikat hijau menunjukkan kinerja perusahaan telah melampaui standar kepatuhan, termasuk dalam efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyebut capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasional dan keterlibatan masyarakat.
“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun menyeluruh, dari pengelolaan energi hingga pemberdayaan masyarakat. Kami ingin menghadirkan solusi yang ramah lingkungan sekaligus berdampak nyata,” ujar Edi.
Sebelum program berjalan, sampah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk. Kondisi ini menyumbang emisi karbon hingga 34,8 ton CO2 per bulan.
Di sisi lain, peternak lokal harus menanggung biaya pakan tinggi hingga Rp48 juta per bulan karena bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Melalui Sakeladera, sampah kelapa diolah menjadi cocopeat sebagai campuran pakan ternak. Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan.
Tak hanya itu, cocopeat yang dihasilkan juga telah melalui uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri, dengan kandungan kalsium dan protein yang memenuhi standar.
Perusahaan turut memberikan pendampingan, sarana produksi, hingga penguatan kelembagaan masyarakat. Hasilnya, program ini mencatat rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5.
Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan mampu menghasilkan manfaat Rp2,5 bagi masyarakat.
Kini, timbulan sampah kelapa berhasil ditekan menjadi 20–24 ton per bulan. Warga pun merasakan dampak langsung dari program tersebut.
“Sekarang sampah kelapa tidak lagi terbuang. Kami bisa mengolahnya jadi produk bermanfaat dan menekan biaya pakan,” kata Muhammad Ikhsan, salah satu penerima manfaat.
Selain pemberdayaan masyarakat, capaian PROPER Hijau juga didukung inovasi di sektor operasional. Salah satunya penggunaan burner rendah emisi yang mampu menekan emisi hingga 88.931 ton CO2 ekuivalen sepanjang 2025.
Teknologi burner generasi kedua memungkinkan pembakaran lebih optimal, termasuk pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah seperti oli bekas hingga 100%.
Langkah ini juga berkontribusi menurunkan penggunaan batu bara hingga 40%.
Perusahaan juga melakukan berbagai efisiensi lain, mulai dari optimalisasi energi listrik, pengendalian emisi gas, hingga inovasi daur ulang seperti pemanfaatan karet bekas untuk filter udara.
Selain itu, air buangan AC juga dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan domestik seperti MCK.
Integrasi inovasi sosial dan lingkungan ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi solusi ekonomi sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.
Sementara itu PT Solusi Bangun Andalas merupakan anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang berada di bawah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Perusahaan ini mengoperasikan pabrik semen terintegrasi di Lhoknga dengan kapasitas 1,8 juta ton per tahun, serta fasilitas pengemasan di sejumlah wilayah seperti Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam, dan Dumai.
Melalui produk Semen Andalas, perusahaan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengedepankan inovasi dan keberlanjutan. (Marwan)












