Caption: Calon kepala desa terpilih periode 2026-2034 nomor urut 2, H. Suherman
Bekasi, Asatu Online — Harapan perubahan menguat di tengah masyarakat Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, setelah H. Suherman alias BHS, calon kepala desa nomor urut 2, dinyatakan meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar Minggu (20/9/2026).
Kemenangan tersebut disambut haru oleh warga dan para pendukung. Begitu mengetahui hasil penghitungan suara, simpatisan berbondong-bondong mendatangi kediaman BHS untuk menyampaikan ucapan selamat.
Suasana penuh suka cita bercampur haru. Tangis sejumlah pendukung pecah, seolah menjadi penanda bahwa perjalanan panjang selama tahapan Pilkades akhirnya menemukan ujungnya.
Berdasarkan keterangan BHS, dirinya meraih sekitar 1.600 suara. Perolehan tersebut disebutnya menjadi angka yang mencolok jika dibandingkan dengan perolehan suara kemenangan pada Pilkades sebelumnya yang umumnya berada di kisaran 300 hingga 350 suara.
“Alhamdulillah, Allah berkehendak lain atas diri saya dengan perolehan suara yang lumayan banyak, kurang lebih sekitar 1.600-an. Ini mungkin sejarah baru di Pantai Makmur. Biasanya kemenangan itu 300 sampai 350 paling banyak. Baru kali ini menang sampai ribuan,” ujar H. Suherman seusai penghitungan suara.
Bagi BHS, tingginya dukungan tersebut bukan sekadar angka dalam hasil penghitungan. Ia menyebutnya sebagai gambaran antusiasme masyarakat yang menginginkan adanya perubahan di Desa Pantai Makmur.
“Artinya masyarakat Desa Pantai Makmur begitu antusias untuk menuju perubahan. Ini kemauan masyarakat,” katanya.
Bertahan di Tengah Terik Matahari
Di balik kemenangan tersebut, BHS juga mengungkapkan rasa haru terhadap perjuangan warga yang tetap memberikan dukungan selama proses Pilkades.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat akan sebesar itu. Bahkan, sejumlah pendukung tetap bertahan di tengah teriknya matahari untuk mengawal proses pemilihan.
“Saya sudah selesai mengucapkan sesuatu dengan ucapan ribuan terima kasih yang tidak terhingga. Sangat luar biasa antusiasnya. Saya tidak menyangka akan seperti ini, di luar nalar saya. Mereka tidak bergeming, tetap mendukung saya penuh walaupun kepanasan,” ungkapnya.
Bagi BHS, kemenangan tersebut sekaligus menjadi amanah besar. Sebab, setelah kontestasi berakhir, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata selama periode kepemimpinan 2026–2034.
Dukungan masyarakat juga mendapat apresiasi dari Nungki Mahayanti, istri H. Suherman. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Desa Pantai Makmur yang telah memberikan dukungan selama proses Pilkades, khususnya para kaum ibu.
“Terima kasih kepada warga Desa Pantai Makmur atas dukungannya selama ini, terutama para ibu-ibu yang tidak tergoda dari pihak mana pun,” ucap Nungki.
Sementara itu, warga Desa Pantai Makmur, Juhaeriyah, menyambut kemenangan BHS dengan rasa syukur.
“Alhamdulillah, berkat perjuangan dan doa bersama, BHS menjadi menang. Semoga menjadi kepala desa yang amanah,” katanya.
Harapan serupa disampaikan H. Toksen. Ia berharap kepemimpinan BHS mampu membawa perubahan yang dapat dirasakan langsung masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pembangunan infrastruktur, pembukaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan kesejahteraan warga.
“Beliau yang paling kompeten sebagai kepala Desa Pantai Makmur untuk membawa perubahan menuju masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Kemenangan Berakhir, Pembuktian Dimulai
Kemenangan BHS bukan lagi sekadar perayaan. Setelah suara dihitung dan hasil ditetapkan, perhatian masyarakat kini beralih kepada agenda yang lebih besar: pembuktian.
Suara sekitar 1.600 warga menjadi modal politik sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ekspektasi masyarakat pun mulai mengarah pada program konkret yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, mulai dari pendidikan, infrastruktur, kesempatan kerja hingga pelayanan pemerintahan desa.
Karena itu, kemenangan dalam Pilkades bukanlah garis akhir. Justru dari titik inilah kepemimpinan BHS akan diuji—apakah besarnya dukungan masyarakat mampu diterjemahkan menjadi kebijakan, pembangunan, dan pelayanan publik yang terbuka serta dirasakan seluruh warga.
Pantai Makmur kini menunggu langkah berikutnya. Suara rakyat telah menentukan pilihan; saatnya kemenangan itu dijawab dengan kerja dan pengabdian. (*)
















