Pendukung Membludak Usai Pengundian Nomor Urut, Ayatulloh Nomor 2 Serukan Pilkades Damai

Caption: Ayatulloh calon kepala desa pahlawan setia didampingi istri tercinta saat memeggang alat peraga nomor urut 2.

Bekasi, Asatu Online — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mulai menunjukkan tensi politik yang semakin terasa. Usai penetapan dan pengundian nomor urut calon kepala desa di Balai Desa Pahlawan Setia, Rabu (9/9/2026), antusiasme pendukung salah satu kandidat, Ayatulloh, terlihat begitu kuat.

Ayatulloh yang mendapatkan nomor urut 2 disambut para relawan dan simpatisan dengan penuh semangat. Barisan pendukung yang ikut mengantarkan kandidat yang akrab disapa “Bang Lurah” tersebut bahkan memadati ruas jalan utama desa.

Pemandangan itu menjadi salah satu gambaran meningkatnya partisipasi dan perhatian warga terhadap Pilkades Pahlawan Setia. Namun, di tengah riuhnya dukungan, Ayatulloh justru mengingatkan pendukungnya agar tidak menjadikan euforia politik sebagai pemicu gesekan.

Ia meminta seluruh relawan, simpatisan dan tim pemenangan menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan kepada tim-tim di masing-masing wilayah kampung dan para simpatisan. Permintaan dan permohonan saya, ayo di tanggal 9 ini dan seterusnya, kita jaga kondusivitas. Jangan sampai ada gesek-gesekan, apalagi sampai menimbulkan kemacetan lalu lintas di jalan depan,” tegas Ayatulloh.

Euforia Dukungan Jangan Berubah Jadi Gesekan

Menurut Ayatulloh, besarnya dukungan yang terlihat di lapangan harus menjadi energi positif untuk membawa perubahan bagi Desa Pahlawan Setia.

Ia mengingatkan bahwa Pilkades hanyalah sebuah kontestasi politik. Setelah pemilihan selesai, seluruh kandidat dan pendukung akan kembali menjadi bagian dari masyarakat yang sama.

Karena itu, ia meminta timnya mengedepankan pendekatan persuasif serta menghormati warga yang memiliki pilihan berbeda.

“Harapan saya buat tim dan simpatisan, ayo kita bersemangat untuk memajukan desa agar lebih baik lagi. Kita upayakan pendekatan yang lemah lembut, jangan ada gesekan dengan tetangga maupun lawan kubu sebelah,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah mulai meningkatnya mobilisasi massa menjelang tahapan pemungutan suara. Antusiasme pendukung memang menjadi warna demokrasi desa, tetapi ketertiban masyarakat tetap menjadi kepentingan bersama.

Soroti Transparansi Panitia

Selain menyerukan Pilkades damai, Ayatulloh juga memberikan apresiasi terhadap panitia penyelenggara. Ia menilai komunikasi dan kesepakatan yang dibangun sejak awal tahapan hingga penetapan serta pengundian nomor urut telah berjalan dengan baik.

Meski demikian, ia berharap transparansi tersebut tidak berhenti pada tahapan pengundian nomor urut.

Menurutnya, integritas panitia harus terus dijaga hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai. Ia menegaskan pentingnya proses pemilihan yang jujur, adil dan bebas dari praktik kecurangan.

“Yang paling penting, kita semua menjaga proses ini agar berjalan dengan baik. Jangan sampai ada kecurangan. Mari kita sama-sama menjaga integritas Pilkades,” ujarnya.

TPU Jadi Program Prioritas

Di balik hiruk-pikuk kontestasi, Ayatulloh mengklaim telah melakukan penjaringan aspirasi masyarakat selama kurang lebih empat hingga lima bulan terakhir.

Ia menyebut dirinya turun langsung ke sejumlah kampung dan kawasan perumahan untuk mendengar kebutuhan warga.

Dari proses tersebut, persoalan ketersediaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) disebut menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat.

“Dari hasil sosialisasi sekitar 4 hingga 5 bulan ini turun ke kampung-kampung dan perumahan, aspirasi terbanyak dari masyarakat adalah kebutuhan tempat pemakaman umum. Maka dari itu, program prioritas utama saya jika terpilih nanti adalah pengadaan TPU bagi masyarakat Desa Pahlawan Setia,” pungkas Ayatulloh.

Kini, nomor 2 bukan sekadar angka dalam surat suara. Bagi Ayatulloh dan para pendukungnya, nomor tersebut menjadi simbol perjuangan menuju perubahan Desa Pahlawan Setia. (*)

Penulis: Wah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *