Jakarta, Asatu Online — Era elektrifikasi alat berat mulai memasuki pasar industri Indonesia. PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) membawa teknologi Electric Vehicle (EV) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) XCMG ke Mining Indonesia 2026, menandai langkah agresif mendorong alat berat rendah emisi dan lebih efisien untuk sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan hingga logistik.
Tak hanya mengandalkan teknologi listrik, Gaya Makmur Group juga memperkuat lini kendaraan niaga berat melalui PT Gaya Makmur Mobil (GMM) dengan meluncurkan varian terbaru FAW Tractor Head. Dua langkah ini memperlihatkan arah strategi grup: menawarkan solusi alat berat dan kendaraan angkutan yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mengejar efisiensi biaya operasional dan tuntutan keberlanjutan industri.
Dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, GM Tractors menempati Area Open Space No. 11 dengan membawa sejumlah produk terbaru XCMG, termasuk Wheel Loader XC938 EV, Wheel Loader XC978 HEV, dan Excavator XE215EV.
Kehadiran unit-unit tersebut menjadi sorotan karena elektrifikasi kini tidak lagi berhenti pada kendaraan penumpang atau komersial ringan. Teknologi listrik dan hybrid mulai masuk ke jantung operasional industri berat—sektor yang selama ini identik dengan konsumsi bahan bakar tinggi dan tuntutan kerja ekstrem.
Di saat yang sama, GMM memperkenalkan FAW Tractor Head performa tinggi yang diarahkan untuk kebutuhan angkutan barang jarak jauh, logistik pelabuhan, haulage, konstruksi, hingga pertambangan.
President Director PT Gaya Makmur Tractors sekaligus pimpinan Gaya Makmur Group, Frankie Makaminang, menegaskan bahwa pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk membuka peluang baru bagi industri Indonesia dalam meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung keberlanjutan.
“Kami ingin membuka peluang lebih luas bagi industri di Indonesia untuk mengenal dan mengadopsi teknologi elektrifikasi. Ini adalah solusi untuk efisiensi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan,” ujar Frankie. (*)















