Caption: Ayatulloh calon kepala desa terpilih didampingi Iptu Syarief Hidayat, S.H., Kanit Binmas Polsek Taruma Jaya saat memberikan pengarahan kepada para pendukung.
Bekasi, Asatu Online — Pesta demokrasi Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, melahirkan cerita yang tak biasa. Ayatulloh, calon Kepala Desa nomor urut 2 yang dikenal pernah menjadi pedagang gorengan dan kopi, berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia yang digelar Minggu (20/9/2026).
Ayatulloh berhasil mengungguli dua kandidat lainnya dengan selisih 740 suara dari total sekitar 10.700 hak pilih yang diperebutkan dalam kontestasi tiga calon Kepala Desa periode 2026–2034.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi Ayatulloh. Sosok yang selama hampir satu dekade menjalani kehidupan sebagai pedagang gorengan dan kopi itu kini mendapat mandat warga untuk memimpin pemerintahan Desa Pahlawan Setia.
Koordinator tim pemenangan Ayatulloh, Arif, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya dan menjaga pelaksanaan Pilkades tetap kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pahlawan Setia yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi dan mempercayakan jabatan kepala desa kepada Ayatulloh. Semoga ke depan Desa Pahlawan Setia semakin makmur, hebat dan sejahtera,” ujar Arif kepada Asatuonline.id, Minggu (20/9/2026).
Dari Gerobak Gorengan ke Balai Desa
Perjalanan Ayatulloh menuju kursi kepala desa tidak lahir dari ruang politik yang mewah. Sebelum terjun dalam kontestasi Pilkades, ia dikenal sebagai pedagang gorengan dan kopi selama hampir 10 tahun.
Aktivitas berdagang justru menjadi ruang bagi Ayatulloh untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dari tempat sederhana itu, berbagai keluhan warga mengenai pelayanan publik, pembangunan hingga kebutuhan lingkungan kerap ia dengar.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan dirinya berani maju dalam Pilkades.

Selain pengalaman sebagai pedagang, Ayatulloh juga memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan Desa Pahlawan Setia sebagai staf kaur perencanaan dan pembangunan. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami sebagian persoalan administratif dan kebutuhan pembangunan desa.
Dorongan orang tua serta interaksi langsung dengan masyarakat akhirnya membuat Ayatulloh memantapkan langkah untuk mencalonkan diri.
Bawa Janji Pemerintahan Lebih Terbuka
Usai memperoleh kepercayaan masyarakat, Ayatulloh menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, efisien dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penyediaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa. Ayatulloh menyebut pemanfaatan tanah kas desa (TKD) akan dikaji sebagai salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan pemakaman masyarakat, terutama warga di kawasan permukiman dan perumahan.
“Ke depan kami ingin pemerintahan desa lebih dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan pelayanan yang cepat serta responsif. Aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dalam pembangunan desa,” tegas Ayatulloh.
Kemenangan tersebut kini menempatkan Ayatulloh pada fase yang berbeda. Jika sebelumnya ia mendengar keluhan warga dari balik lapak gorengan dan kopi, setelah dilantik nanti ia akan berhadapan langsung dengan tanggung jawab pemerintahan dan tuntutan masyarakat Desa Pahlawan Setia.
Mandat tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Ayatulloh untuk membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk memimpin desa, selama mampu menerjemahkan kepercayaan masyarakat menjadi pelayanan, pembangunan dan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh warga.
Pilkades Pahlawan Setia pun menjadi catatan tersendiri: dari pedagang gorengan dan kopi, Ayatulloh kini mendapat kepercayaan warga untuk memimpin Desa Pahlawan Setia periode 2026–2034. (*)
















