Aceh  

Musda I Pengajian Al-Hidayah Banda Aceh, Dewi Herafiana Terpilih Aklamasi

BANDA ACEH, Asatu Online – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pengajian Al-Hidayah Kota Banda Aceh menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I di Kantor Golkar Kota Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026). Dalam forum tersebut, Dewi Herafiana, S.E. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Kota Banda Aceh periode 2026-2031.

Musda perdana ini diikuti perwakilan Pengajian Al-Hidayah dari sembilan kecamatan se-Kota Banda Aceh. Kesembilan kecamatan tersebut yakni Baiturrahman, Lueng Bata, Kutaraja, Kuta Alam, Banda Raya, Jaya Baru, Ulee Kareng, Syiah Kuala, dan Meuraxa.

Musda digelar sebagai bagian dari amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi sekaligus untuk menetapkan kepengurusan baru setelah berakhirnya masa bakti 2021-2026.

Sekretaris DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Aceh, Linda Ratna, A.Md., mengatakan Banda Aceh menjadi daerah pertama di Aceh yang melaksanakan Musda setelah berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya.

“DPD Pengajian Al-Hidayah Kota Banda Aceh merupakan kota/kabupaten pertama yang melaksanakan Musda dan telah mengagendakannya tepat waktu setelah masa kepengurusan 2021-2026 berakhir,” kata Linda saat membuka Musda.

Dukungan terhadap keberadaan Pengajian Al-Hidayah juga disampaikan Bendahara DPD Partai Golkar Kota Banda Aceh, Ar. H. Aulia Rahman, S.T., M.Ars.

Ia menilai Pengajian Al-Hidayah memiliki peran strategis sebagai salah satu organisasi pendukung Partai Golkar dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Pengajian Al-Hidayah tidak terlepas dari jangkauan partai. Selain merupakan Hasta Karya, organisasi ini juga menjadi pondasi kuat dan perpanjangan tangan Partai Golkar untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dewi Herafiana mengapresiasi masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari jamaah Pengajian Al-Hidayah. Ia berharap organisasi tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Kami berharap Pengajian Al-Hidayah menjadi jembatan untuk menyalurkan ilmu agama sekaligus menjadi media eksistensi Partai Golkar untuk menyatu dengan masyarakat,” kata Dewi.

Dalam Musda tersebut, Dewi Herafiana terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Kota Banda Aceh. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Cut Intan Arifah, S.E., sedangkan Bendahara dijabat Afrah, S.P.

Usai Musda I, prosesi pelantikan pengurus periode 2026-2031 langsung dilaksanakan oleh DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Aceh.

Perwakilan dari sembilan kecamatan juga dilibatkan dalam struktur kepengurusan baru. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran Pengajian Al-Hidayah dalam kegiatan keagamaan dan sosial di Kota Banda Aceh.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *