BELITUNG, Asatu Online — PT TIMAH (Persero) Tbk bersama Kejaksaan Negeri Belitung memperkuat sinergi dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui program rumah layak huni bagi masyarakat di Kabupaten Belitung.
Kolaborasi ini diwujudkan lewat dukungan terhadap Program Bahari (Bantuan Hunian Adhyaksa untuk Negeri) dengan menyalurkan bantuan renovasi rumah kepada 20 warga. Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT TIMAH.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan stunting melalui penyediaan hunian yang sehat, aman, dan layak.
Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, Dr. Teuku Panca Adhyaputra mengatakan, pihaknya hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan kepada 20 penerima manfaat dari program CSR PT TIMAH untuk rehabilitasi rumah. Kami dari Kejaksaan Negeri hadir untuk memfasilitasi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan program seperti ini terus berlanjut untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” katanya.
Ia menegaskan, Kejaksaan Negeri Belitung juga akan melakukan pengawasan agar bantuan yang menjadi prioritas PT TIMAH benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kejaksaan akan mengawasi agar apa yang menjadi prioritas PT TIMAH dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Mugiarti (76), warga Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan renovasi.
Selama bertahun-tahun, ia tinggal di rumah berdinding papan yang lapuk dimakan rayap dan memiliki atap bocor.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Dinding rumah saya sudah banyak yang bolong dan dimakan rayap. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belitung, Febriansyah menjelaskan, penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pendataan pemerintah desa dan verifikasi data kesejahteraan sosial.
“Awalnya kami meminta data dari desa. Setelah diverifikasi, seluruh penerima masuk dalam desil satu sampai lima sehingga memenuhi kriteria sebagai sasaran program CSR,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan awalnya direncanakan untuk pembangunan satu unit rumah. Namun setelah mempertimbangkan anggaran yang tersedia, program dialihkan menjadi renovasi rumah agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak warga.
Ia pun mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian layak.
“Kami berterima kasih kepada PT TIMAH yang telah membantu masyarakat melalui program rumah layak huni ini. Kami berharap ke depan semakin banyak program bantuan yang dapat dirasakan masyarakat,” tutupnya.














