Tangerang, Asatu Online – Yayasan Insani Cipadu kembali menggelar kegiatan Pengajian Syawalan sebagai agenda rutin tahunan yang berlangsung di Aula Makam Cipadu Insani Cipadu, Kelurahan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang digelar usai Idulfitri ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga, halal bihalal, hingga mendoakan keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari syiar ayat-ayat suci Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Pantauan di lokasi, acara dihadiri sejumlah tokoh masyarakat serta para Ketua RT dan RW dari wilayah Kelurahan Cipadu Jaya, Cipadu, dan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.
Ketua Yayasan Insani Cipadu, H Rudi, mengatakan Pengajian Syawalan dilaksanakan tiga hingga empat hari setelah Lebaran dan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan zikir dan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an. Setiap hari dibagi dalam beberapa shift, baik siang maupun malam, masing-masing lima orang,” ujar H Rudi.
Ia menjelaskan, total terdapat sekitar 70 asatidz yang terlibat selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, Pengajian Syawalan bukan hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Tujuan kegiatan ini untuk menyambung tali silaturahmi dan halal bihalal antarwarga, mendoakan orang-orang yang telah tiada, sekaligus mensiarkan ayat-ayat Al-Qur’an,” katanya.
Selain itu, lanjut H Rudi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi para asatidz dari tiga wilayah kelurahan untuk mengamalkan kemampuan membaca Al-Qur’an yang dimiliki.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengajian Syawalan, Ustad Muhammad Nur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Ketua RT dan RW dari Kelurahan Cipadu, Cipadu Jaya, dan Kreo yang telah berpartisipasi membantu kelancaran acara.
“Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan selama empat tahun dan menjadi program rutin Yayasan Insani Cipadu. Mudah-mudahan setiap tahunnya selalu dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Selama tujuh hari pelaksanaan, setiap hari dilakukan dua kali khatam Al-Qur’an. Berarti total ada 14 kali khatam. Semoga niat baik kita semua mendapat ridho dari Allah SWT,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Ustad Abdul Azis mengajak jamaah untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan rutin berziarah kubur.
“Minimal setahun sekali atau setiap malam Jumat kita sempatkan berziarah kubur dan membaca doa untuk keluarga yang telah mendahului kita,” ujarnya. (Ahmad)














