Belinyu, Asatu Online –Semangat perubahan dan optimisme masa depan menguat di Kecamatan Belinyu. Badan Pimpinan Wilayah Generasi Emas Indonesia (BPW GESID) Bangka Belitung menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Pemuda melalui Budidaya Maggot sebagai upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan peduli lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 Desember 2025 kemudian diikuti puluhan pemuda dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Belinyu dan sekitarnya. Acara dibuka secara resmi oleh Camat Belinyu dan dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bangka Belitung Ustad Zuhri, Kepala Desa Riding Panjang, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Suwardian Ramadhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan budidaya maggot tidak hanya mengajarkan teknik beternak, tetapi juga membangun mental pemuda agar berani mengambil peran dan melihat peluang dari lingkungan sekitar.
“Kami ingin pemuda Belinyu melihat masa depan dari hal-hal sederhana. Dari limbah lahir peluang, dari kepedulian tumbuh kemandirian. Inilah semangat Generasi Emas Indonesia yang ingin GESID bangun,” ujarnya.
Anggota DPD RI Dapil Bangka Belitung, Ustad Zuhri, memberikan penguatan dengan menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam pembangunan bangsa melalui inovasi dan kemandirian ekonomi.
“Indonesia membutuhkan pemuda yang mau bergerak dan memberi solusi. Apa yang dilakukan GESID Babel hari ini adalah contoh nyata pemuda menjawab tantangan zaman dengan karya dan keberanian,” kata Ustad Zuhri.
Materi pelatihan teknis disampaikan oleh dua praktisi budidaya maggot, Jumnahdi dan Wanda Pratama. Keduanya memaparkan secara aplikatif budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), mulai dari pembuatan kandang, pengelolaan pakan organik, hingga perhitungan ekonomi yang berkelanjutan.
Jumnahdi menegaskan bahwa maggot merupakan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan.
“Maggot mengajarkan bahwa sesuatu yang dianggap sampah dapat menjadi sumber penghidupan jika dikelola dengan ilmu dan konsistensi,” tuturnya.

Sementara itu, Wanda Pratama menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun ekosistem usaha maggot yang modern dan kolaboratif.
“Pemuda harus berani memulai, belajar, dan tidak takut gagal. Budidaya maggot sangat potensial jika dikelola secara serius,” tegasnya.
Camat Belinyu menyampaikan apresiasi atas inisiatif GESID Babel yang dinilai sejalan dengan pembangunan daerah berbasis pemberdayaan pemuda dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis BPW GESID Bangka Belitung yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui fasilitasi kegiatan kepemudaan, sebagai komitmen mencetak pemuda unggul dan berdaya.
Melalui kolaborasi pemuda, pemerintah, dan praktisi, GESID Babel optimistis langkah dari Belinyu ini akan melahirkan dampak besar bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia yang mandiri dan berkontribusi nyata.















