Indonesia Akhiri WRC 2025 dengan Sejarah Baru, Koleksi 22 Medali dan Peringkat Kedua Dunia

Caption: IRF World Rafting Championship (WRC) 2025.

Perak, Asatu Online – Kejuaraan dunia arung jeram IRF World Rafting Championship (WRC) 2025 yang berlangsung di Sungai Kampar, Perak, Malaysia, pada 2–6 Desember resmi ditutup dengan hasil bersejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia menutup ajang ini sebagai peringkat kedua dunia berkat koleksi 5 emas, 10 perak, dan 7 perunggu, hanya berada di bawah Republik Ceko yang mendominasi dengan 14 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

Capaian emas Indonesia diraih dari nomor sprint Junior Putra dan Putri, head to head Junior Putra, slalom Women Putri, serta down river race Junior Putra. Konsistensi di berbagai nomor ini menegaskan meningkatnya kualitas atlet-atlet Indonesia di seluruh kategori.

Di bawah Indonesia, Jepang mengamankan posisi ketiga dengan 3 emas, 1 perak, dan 6 perunggu, disusul Kanada, Selandia Baru, Amerika Serikat, Brasil, Inggris Raya, Costa Rika, dan Norwegia.

Wakil Ketua Umum I PB FAJI menegaskan bahwa raihan ini menjadi bukti bahwa Indonesia kini menjadi salah satu kekuatan besar di kancah arung jeram dunia.

“Dengan lima emas, Indonesia membuktikan bahwa dominasi medali di WRC bukan hanya milik negara-negara Eropa. Prediksi President IRF almarhum Raffael Gallo pada WRC 2007 di Korea kini terbukti: suatu hari Indonesia akan menjadi the rising star,” ujarnya.

Ia menambahkan, berkumandangnya lagu Indonesia Raya hampir setiap hari selama kejuaraan merupakan buah dari pembinaan yang semakin matang di dalam negeri, terutama setelah maraknya kompetisi pasca PON 2024.

Salah satu momen paling bersejarah tercipta ketika Tim Open Women Indonesia berhasil merebut emas di nomor paling prestisius—kategori yang selama ini nyaris tak tersentuh oleh tim-tim non-Eropa dan Selandia Baru.

“Sejujurnya, Tim Open Women berangkat tanpa target karena kami tahu beratnya persaingan. Tapi para atlet membuktikan kapasitas terbaiknya,” ujar Amalia, perwakilan tim, Rabu (10/12/2025).

Di sektor putra, Tim Junior Men tampil menjadi motor prestasi Indonesia dengan torehan 3 emas dan 1 perak. Dominasi ini menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia di level junior semakin solid dan menjadi fondasi penting bagi masa depan arung jeram nasional.

Meski mencatatkan prestasi besar, PB FAJI menyesalkan bahwa cabang arung jeram belum masuk dalam daftar cabor PON 2028. Mereka berharap pencapaian monumental di WRC 2025 dapat menjadi rujukan kuat agar arung jeram mendapatkan ruang di ajang multievent olahraga terbesar tanah air tersebut.

Kejuaraan dunia ini menjadi program kerja terakhir pengurus PB FAJI periode 2019–2025 di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Mar (Purn) Saud F. Tambatua. Setelah ini, pengurus bersiap menghadapi agenda pamungkas, yakni Musyawarah Nasional (Munas) yang memuat laporan pertanggungjawaban dan pemilihan Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2030.

Ketua Panitia Munas PB FAJI, Andri Sofyan, menyampaikan bahwa jadwal Munas terpaksa diubah.

“Munas awalnya dijadwalkan 15 Desember, namun dengan mempertimbangkan situasi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pelaksanaan diundur menjadi 4–5 Januari 2026 hingga kondisi daerah kembali kondusif,” ujarnya.

Rangkaian prestasi di WRC 2025 bukan hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menegaskan posisi bangsa sebagai salah satu pilar utama arung jeram dunia. (*)

Writer: Humas PB FAJIEditor: Wahyu Widodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *