Milad ke-37 Perguruan Silat Putra Setia Meriah, Ribuan Pesilat Se-Jabodetabek Padati Acara

Caption: Ketua Umum Putra Setia periode 2023–2028, Ibu Novita, SE, saat memberi sambutan perayaan Milad ke-37.

Jakarta, Asatu Online – Ribuan pesilat dari berbagai cabang dan ranting se-Jabodetabek memadati perayaan Milad ke-37 Perguruan Silat Putra Setia yang berlangsung di gedung juang Bekasi pada Minggu (16/11/2025).

Dengan mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menjaga Tradisi”, peringatan ini menjadi momentum besar untuk memperkuat jati diri pesilat, merawat budaya Nusantara, sekaligus membangun karakter generasi muda melalui seni bela diri.

Acara dipimpin langsung Ketua Umum Putra Setia periode 2023–2028, Ibu Novita, SE, sosok pemimpin yang dikenal aktif mendorong regenerasi dan pembinaan disiplin, mental, serta akhlak anggota perguruan.

“Milad ini bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah ajang memperkokoh persaudaraan antarpesilat di tengah derasnya arus modernisasi. Silat adalah identitas bangsa, dan kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya menguasai jurus, tetapi juga menjaga akhlak dan nilai keagamaan,” tegas Ibu Novita dalam sambutannya.

Milad kali ini menjadi salah satu yang terbesar karena menghadirkan banyak tokoh penting seni bela diri, di antaranya:

Perwakilan Perguruan Tri Gerak Sakti: Bapak Saripuddin dan H. Abi Samirin

Ketua Umum IPSI: Bapak Imam Sutanto

Ketua Harian IPSI Kabupaten Bekasi: Bapak Rahmatullah S

Pengurus Perguruan Satria Muda Indonesia: Bapak Boby Ruvianor

Atlet nasional peraih emas Asian Games 2018: Hanifan Yudani Kusumah

Sesepuh, dewan guru, guru muda, asisten pelatih, serta pengurus pusat, cabang, dan ranting Putra Setia

Perwakilan Perguruan IKSPI, Budaya Betawi, dan Silat Tunggal Cimande

Hadirnya berbagai perguruan besar ini menjadi bukti kuatnya hubungan persaudaraan dan komitmen bersama dalam menjaga silat sebagai warisan budaya nasional.

Berbagai atraksi seni bela diri menjadi sorotan, mulai dari:

jurus tunggal dan ganda, permainan senjata tradisional, atraksi ketahanan fisik, hingga pertunjukan teatrikal yang memadukan musik tradisional.

Antusiasme penonton terlihat sejak awal hingga akhir acara, mempertegas bahwa silat bukan hanya bela diri, melainkan juga seni pertunjukan yang kaya nilai estetika dan filosofi.

Sebagai perguruan yang menekankan syiar agama, Milad ke-37 juga diisi dengan berbagai kompetisi bernuansa islami, seperti:

gerak jalan bersama, lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba adzan, lomba ceramah/dakwah.

Ratusan peserta dari berbagai usia mengikuti perlombaan ini. Para orang tua mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membentuk keberanian, bakat, dan karakter religius sejak dini.

Keseruan acara semakin lengkap dengan pembagian doorprize berupa aksesori silat, perlengkapan latihan, merchandise perguruan, hingga uang tunai. Para peserta menyambut antusias, menjadikan suasana milad hangat dan penuh kegembiraan.

Menutup acara, Ibu Novita kembali menegaskan bahwa Putra Setia tidak hanya melatih keterampilan fisik, tetapi juga mendidik generasi muda agar memiliki akhlak mulia dan kecintaan pada budaya bangsa.

“Kami ingin membentuk generasi kuat, berprestasi, dan berakhlak. Milad ini mengingatkan bahwa silat dan nilai agama dapat berjalan berdampingan,” ujarnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, sarat makna, serta kehadiran lintas perguruan, Milad ke-37 Putra Setia menjadi ajang penguatan tradisi, persaudaraan, dan komitmen bersama melahirkan pesilat yang tangguh dan berkarakter. (*)

Writer: Wah/A1Editor: Wahyu Widodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *