Munas PB FAJI 2026 Digelar di Jakarta, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto Jadi Calon Tunggal Ketua Umum

Jakarta, Asatu Online  Menandai berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2021–2025, FAJI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) PB FAJI pada 4–5 Januari 2026 di Jakarta.

Agenda krusial Munas kali ini adalah pemilihan Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029 yang diproyeksikan menentukan arah pembinaan arung jeram nasional empat tahun ke depan. Tahapan penjaringan calon Ketua Umum telah berlangsung sejak 27 November hingga 25 Desember 2025.

Proses tersebut dilanjutkan dengan masa perbaikan administrasi pada 26-29 Desember 2025 dan verifikasi dokumen pada 30–31 Desember 2025. FAJI menetapkan sejumlah persyaratan utama, di antaranya dukungan minimal dari lima pengurus provinsi (Pengprov) FAJI serta kewajiban melampirkan surat izin atasan bagi calon yang berstatus aparatur negara atau prajurit aktif.

Menariknya, FAJI tidak membatasi usia maupun latar belakang pengalaman di cabang olahraga arung jeram. Dari enam orang yang sempat mengambil formulir pendaftaran, hanya satu kandidat yang mengembalikan berkas hingga batas akhir.

Pada 1 Januari 2026, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) PB FAJI secara resmi mengumumkan hasil verifikasi bakal calon. Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla dinyatakan lolos dan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

“Saudara Oni telah memenuhi persyaratan secara administratif. Ia memperoleh dukungan sah dari 14 Pengprov FAJI dari total 25 Pengprov. Karena yang bersangkutan merupakan prajurit aktif TNI, surat izin dari Pangkormar juga telah dipenuhi,” ujar Ketua TPP PB FAJI, Hendri Wijaya, Minggu (4/1/2026).

Sebelum memasuki agenda pemilihan Ketua Umum, Munas akan diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PB FAJI periode 2021–2025, Mayjen TNI (Purn.) Saud F. Tambatua, yang kemudian dilanjutkan dengan pandangan umum peserta sidang.

Selama empat tahun terakhir, PB FAJI mencatat sejumlah program strategis nasional dan internasional. Di tingkat nasional, PB FAJI menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2022 di Sungai Pekalen, Probolinggo, Babak Kualifikasi PON 2023, serta Kejurnas 2024 di Sungai Ciliwung, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

Tonggak bersejarah tercatat pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, ketika cabang olahraga arung jeram untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang multievent olahraga nasional. PB FAJI berperan aktif dalam pelaksanaan dengan menekankan prinsip keberlanjutan dan kepedulian lingkungan.

Di luar arena kompetisi, PB FAJI memperluas peran sosial melalui kolaborasi kebencanaan bersama Basarnas, BNPB, dan Palang Merah Indonesia (PMI). Kerja sama tersebut mencakup pelatihan swift water rescue, pembentukan Satuan Tugas Banjir dan Kebencanaan FAJI (FASTRAC), koordinasi respons bencana banjir sepanjang 2022–2025, penanganan insiden arus deras, hingga partisipasi dalam kegiatan konservasi lingkungan.

Pada aspek tata kelola, PB FAJI terlibat dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pemandu arung jeram, berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025, serta meningkatkan sistem pendataan atlet, wasit, dan pelatih sebagai bagian dari penguatan organisasi.

Di level internasional, PB FAJI aktif mendampingi IRF Assessor WRC 2027, mendukung juri, course design, wasit, dan relawan pada IRF World Rafting Championship (WRC) 2025, serta mengirimkan kontingen Tim Arung Jeram Indonesia pada WRC 2025 di Sungai Kampar, Perak, Malaysia, 2–6 Desember 2025.

Indonesia diwakili oleh FAJI DKI Jakarta, FAJI Lumajang, FAJI Gresik, FAJI Sidoarjo, FAJI Surabaya, FAJI Kabupaten Tangerang, dan FAJI OKU Selatan. Prestasi gemilang pun ditorehkan dengan menempati peringkat kedua klasemen umum dunia, di bawah Republik Ceko, setelah meraih total 5 medali emas, 10 perak, dan 7 perunggu. Salah satu pencapaian paling bersejarah adalah medali emas pertama Indonesia di nomor open putri slalom, yang sebelumnya didominasi tim Eropa, Amerika Latin, dan Selandia Baru.

Munas PB FAJI 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentu arah pembinaan arung jeram Indonesia agar semakin berprestasi, profesional, dan berdaya saing di tingkat dunia. (*)

Editor: Wahyu Widodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *