Caption : Tgk Muchtar Andhika Imam Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang (Foto : A1)
Sabang, Asatu Online – Imam Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika memberi pesan ketenangan di tengah rentetan bencana yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Indonesia pada akhir November 2025. Banjir, tanah longsor, hingga gempa terjadi hampir bersamaan, dipicu cuaca ekstrem sepanjang musim hujan.
Ia menilai situasi ini menunjukkan betapa beratnya ujian yang sedang dihadapi masyarakat. Tidak hanya urusan fisik dan keselamatan, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual warga Aceh yang terkena dampak.
“Ini bukan cobaan kecil. Ini ujian besar bagi kita semua,” ucapnya saat ditemui usai salat fajar di masjid setempat, Minggu (30/11).
Imam itu mengatakan, bencana beruntun seperti ini menuntut umat Islam untuk tetap sabar, kuat, dan tidak goyah menjaga keimanan. Ia menekankan bahwa kesabaran adalah pondasi sikap seorang mukmin ketika menghadapi kondisi darurat.
Menurutnya, setiap musibah adalah bagian dari rangkaian ujian kehidupan yang harus disikapi secara bijak. Ia mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kepanikan, tetapi tetap melakukan ikhtiar maksimal demi menjaga keselamatan dan kebutuhan keluarga.
“Kita harus melihat musibah ini sebagai penguat iman, bukan membuat kita lemah,” katanya.
Selain ikhtiar, ia menegaskan pentingnya memperbanyak doa, zikir, serta munajat kepada Allah SWT. Dalam kondisi di mana banyak akses masih terhambat, kekuatan spiritual menjadi pegangan utama bagi warga yang terdampak.
“Ketika fasilitas terbatas, doa menjadi senjata kita. Jangan berhenti memohon perlindungan Allah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas antarwarga. Gotong royong, kata dia, adalah energi sosial yang bisa mempercepat pemulihan kondisi masyarakat setelah bencana.
“Jangan biarkan saudara kita berjuang sendiri. Kekuatan Aceh adalah kebersamaannya,” tegasnya.
Imam tersebut berharap nasihatnya dapat memberi ketenangan di tengah kepanikan banyak keluarga yang sedang mengungsi. Ia menilai pesan moral dan spiritual sangat dibutuhkan pada situasi seperti sekarang.
“Mudah-mudahan Allah menjaga kita, melindungi kita, dan menjadikan bencana ini sebagai bentuk kasih sayang-Nya, bukan murka-Nya,” katanya.
Di ujung pesannya, ia mengajak masyarakat tetap optimistis dalam menghadapi ketidakpastian. “Insya Allah, setiap ujian pasti ada hikmah. Semoga Aceh segera pulih dan kita dikuatkan menghadapi semua ini,” tutupnya. (*)















