Caption : Penampakan Timah yang berhasil diamankan Tim Satgas Halilintar di Smelter PMP Jelitik Sungailiat (Foto : Ist)
Sungailiat, Asatu Online— Satgas Halilintar kembali menguak dugaan aktivitas penyimpanan timah ilegal dalam jumlah besar. Kali ini, tim gabungan itu melakukan pemeriksaan dan verifikasi di area PT Panca Mega Persada, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Minggu (23/11/2025).
Operasi dipimpin DPP Letkol Laut (P) Jasmin Mudianto dan melibatkan sembilan personel Satgas Halilintar. Pemeriksaan dimulai sejak Sabtu (22/11) pukul 23.00 WIB hingga Minggu (23/11) pukul 01.00 WIB. Setelah seluruh barang temuan dikumpulkan, proses penghitungan dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB.
Hasilnya, Satgas menemukan total 104 ton timah dalam berbagai bentuk dan kategori yang tersimpan di tiga gudang berbeda: Gudang A, B, dan C.
Temuan di Gudang A
Di gudang pertama ini, tim menemukan: 44 jumbo bag pasir timah, masing-masing sekitar 1 ton (total 44 ton). 20 bal timah balok siap ekspor, masing-masing 1 ton (total 20 ton) .21 kotak timah balok kasar dengan berat bervariasi (total 15 ton)
Temuan di Gudang B
Pemeriksaan di gudang kedua menghasilkan temuan: 13 kotak timah balok kasar (total 10 ton) . 4 bal timah balok siap ekspor (total 4 ton). Kerak timah sebanyak 3 jumbo bag dan 4 karung (sekitar 3 ton)
Temuan di Gudang C
Di gudang terakhir, Satgas menemukan: 4 kotak timah balok kasar (total 4 ton). Timah bentuk pot diduga kuat timah hasil pelelehan, sebanyak 40 pot dengan berat mencapai 100 kg per item (total 4 ton)
Setelah dikalkulasikan, total keseluruhan barang bukti mencapai 104 ton timah ilegal.
Selain barang bukti, Satgas juga mengamankan empat orang sekuriti yang sedang berjaga malam, masing-masing berinisial Hari Supriyadi (37), Candra (28), Andre (22), dan Ansel Mus (57).
Pemilik Diduga Asui
Menurut keterangan para penjaga gudang, seluruh timah tersebut merupakan milik Asui, pemilik PT Panca Mega Persada. Perusahaan ini diketahui pernah disetop pada 2018 akibat keterlibatan dalam aktivitas ekspor ilegal timah, namun kala itu gudang, smelter, dan timah di lokasi tidak disita penyidik.
Hingga kini, Satgas Halilintar masih melakukan verifikasi total barang bukti. Sementara seluruh gudang dan temuan telah diamankan serta dijaga ketat personel Satgas. (*)















