Bangka, Asatu Online – Aktivitas penggarapan lahan menggunakan dua unit alat berat (PC) di kawasan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit PT Gunung Maras Lestari (GML) menuai sorotan warga.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebut, lahan Divisi V PT GML yang selama ini difungsikan sebagai kebun sawit bakal dialihfungsikan menjadi lokasi tambang timah oleh mitra PT Timah Tbk.
Kabar tersebut membuat sejumlah warga dari Desa Bukit Layang, Kecamatan Pemali, Desa Dalil, Kecamatan Bakam, serta Desa Kayu Besi, Kecamatan Puding Besar, mempertanyakan perubahan fungsi lahan perkebunan itu.
“Sejak kapan kebun sawit ini bisa berubah fungsi jadi tambang timah? Selama ini yang kami tahu ya kebun sawit milik PT GML, bukan tambang,” kata Suryadi, tokoh pemuda Desa Kayu Besi, saat ditemui di lokasi, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, PT GML juga masih memiliki persoalan dengan masyarakat terkait kewajiban plasma 20 persen yang belum direalisasikan. “Masalah plasma saja belum selesai, kok sekarang malah ada tambang di kebun sawit. Ada apa di balik ini semua?” ujarnya heran.
Siang itu, sekitar 25 warga dari empat desa mendatangi lahan Divisi V PT GML. Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah pohon sawit sudah tumbang, lahan digarap alat berat, dan tampak lobang besar yang diduga bakal dijadikan lokasi tambang.
Kehadiran warga langsung mengundang perhatian pihak yang berada di lokasi. Seorang pria bernama Rio, diduga anggota TNI AD berpenampilan preman, mendatangi warga. Kepada warga, ia mengaku lahan itu akan dijadikan tambang timah oleh mitra PT Timah asal Mentok, Bangka Barat.
Warga sempat mendesak agar dipertemukan dengan pihak mitra PT Timah. Namun Rio menyebut perwakilan perusahaan tidak berada di lokasi. “Saya asal salah satu kompi TNI di Bangka. Di sini hanya tugas pengamanan. PT Timah sudah koordinasi dengan Kodam Sriwijaya,” kata Rio.
Tak lama kemudian, dua pria lain berpostur tegap juga menghampiri kerumunan warga. Salah satunya bernama Iwan. Kepada warga, ia menegaskan dirinya bersama rekan memang ditugaskan untuk mengamankan rencana tambang di lokasi kebun sawit PT GML.
Iwan memastikan saat ini belum ada aktivitas penambangan, melainkan baru sebatas penggarapan lahan menggunakan alat berat sebagai persiapan. “Belum ada penambangan, baru persiapan,” katanya singkat.
Meski sudah dijelaskan, warga tetap mendesak agar bisa bertemu langsung dengan pihak manajemen mitra PT Timah. Namun pertemuan urung dilakukan lantaran perwakilan perusahaan tak berada di tempat.
Warga juga menyoroti tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat desa sekitar sebelum rencana tambang dimulai. “Kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali ke masyarakat? Ini lahan ada di wilayah desa kami,” kritik Suryadi.**















