Foto : Penampakan terkini di Teluk Inggris Kecamatan Mentok (31/8/2025)
Bangka Barat, Asatu Online – Perairan Teluk Inggris, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kini tak lagi menjadi lokasi incaran penambang timah. Para penambang beserta ponton apung sudah banyak meninggalkan kawasan tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab. Selain razia ketat dari Satpolair Polres Bangka Barat, hasil timah yang diperoleh sudah tak sebanding dengan biaya operasional. Kondisi cuaca yang kian ekstrem memasuki musim angin barat juga ikut memperparah situasi.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha sebelumnya memang menegaskan akan menindak tegas aktivitas tambang ilegal (TI) di wilayah hukumnya. Razia bukan hanya menyasar tambang darat, melainkan juga tambang laut ilegal yang marak menggunakan ponton apung.
Hasilnya terlihat nyata. Perairan Tembelok dan Keranggan di Kecamatan Mentok, yang sebelumnya dikenal sebagai pusat aktivitas tambang timah ilegal dengan sistem terorganisir lengkap mulai dari panitia lapangan hingga lapak penimbangan, kini sudah sepi.
“Luar biasa di era kepemimpinan Kapolres AKBP Pradana sekarang. Tembelok dan Keranggan bisa tertib. Kalau dua perairan ini saja bisa ditertibkan, apalagi yang lain,” ujar seorang tokoh pemuda di Mentok saat berbincang di sebuah warung kopi, Minggu (31/8/2025).
Seorang penambang juga mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, aktivitas TI apung di Tembelok, Keranggan, hingga Teluk Inggris secara umum sudah berhenti.
“Kalau pun ada satu dua yang masih berani kerja, itu karena terpaksa untuk kebutuhan hidup. Tapi kalau dihitung-hitung, hasilnya sudah tak seimbang dengan biaya operasional,” kata penambang itu.
Pantauan asatuonline.id di perairan Teluk Inggris, Minggu kemarin, tak terlihat lagi aktivitas ponton apung. Puluhan unit ponton yang sebelumnya beroperasi kini tampak ditambatkan, sebagian karena cuaca buruk yang menerjang wilayah itu.(*)















