Rahmad Sukendar: Negara Terlihat dalam Keadaan Genting!  

Ketua BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar (Foto : Ist)

Jakarta, Asatu Online — Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membantah keras kabar yang menyebut adanya penggeledahan di rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

“Tidak ada,” tegas Ade Ary kepada wartawan, Selasa (5/8), menepis isu liar yang sempat beredar dan memicu keresahan publik.

Isu penggeledahan itu mencuat di tengah suasana panas di lingkungan Kejaksaan Agung. Terlebih, beredarnya foto kendaraan taktis panser Anoa yang parkir di area kantor Kejagung membuat publik bertanya-tanya.

Kehadiran kendaraan tempur tersebut langsung menuai reaksi dari sejumlah pihak, termasuk Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar. Ia menilai kondisi ini menandakan ada situasi tidak biasa di tubuh aparat penegak hukum.

“Negara terlihat dalam keadaan genting. Sampai panser Anoa harus berjaga di Kejaksaan Agung. Ini luar biasa, atau mungkin lebih tepatnya, mengkhawatirkan,” sindir Rahmad, Selasa (6/8/2025).

Menurutnya, penggunaan kekuatan simbolik militer seperti ini di lembaga penegak hukum sipil justru mengundang kekhawatiran akan potensi gesekan antar institusi.

“Kalau memang ada persoalan hukum, proseslah dengan transparan. Jangan tampilkan kekuatan tempur di ranah sipil. Ini negara hukum, bukan arena militer,” ucap Rahmad dengan nada tajam.

Ia juga menyinggung bahwa masyarakat saat ini sudah semakin kritis dalam menilai dinamika hukum dan politik. Langkah-langkah yang dianggap tidak proporsional bisa merusak kepercayaan publik.

Rahmad mendesak agar seluruh institusi penegak hukum tetap profesional, tidak terpancing ego sektoral, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.

“Ini ujian bagi negara hukum. Jangan sampai publik makin curiga, karena keadilan harus ditunjukkan dengan kerja, bukan unjuk kekuatan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Man

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *