Bogor, Asatu Online – Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI) resmi melantik jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode terbaru dalam sebuah seremoni di Hotel Dirga, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/7/2025).
Pelantikan ini tak sekadar pergantian struktur organisasi. FPWI juga menggandeng kalangan pengusaha properti, menandai langkah strategis dalam memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor.
Organisasi yang berdiri sejak 2012 ini kini dipimpin generasi baru. Trio tokoh muda — Rukmana, S.Pd.I., CPLA; Wiratno; dan DR. HC. Sastra Suganda — mendapat mandat untuk membawa FPWI lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Surat Keputusan pengurus baru dibacakan langsung oleh Ketua Pembina FPWI, DR. HC. H. Qodiran. Rukmana ditetapkan sebagai Ketua Umum, didampingi Sastra Suganda sebagai Wakil Ketua Umum. Posisi Sekjen diisi Ilyas, S.Pd.I., dan bendahara umum dijabat oleh Wiratno.
Nama-nama lain yang masuk dalam jajaran pengurus antara lain Moh. Aditya Prabowo, S.H., Abdul Haris, Ridho Iradata, Ilham, Riswanto, S.H., M.H., Nuriman, Suparman, Wahidin, dan Rahmah Fadilah.
Dalam sambutannya, Rukmana menekankan pentingnya kolaborasi dan profesionalitas dalam menjalankan roda organisasi.
“FPWI harus hadir sebagai organisasi profesi yang mampu bersinergi. Rumusnya sederhana: kolaborasi menghasilkan kekuatan,” ujar Rukmana di hadapan peserta pelantikan.
Ia juga mengingatkan kembali pesan pendiri FPWI, Drs. CH. Robin Simanulang, soal pentingnya kesejahteraan jurnalis.
“Wartawan harus bisa hidup dari profesinya. Ini bukan sekadar pesan, tapi prinsip dasar,” tegasnya.
Rukmana juga menyuarakan sikap kritis terhadap Dewan Pers. Ia meminta lembaga itu berlaku adil terhadap semua organisasi profesi wartawan.
“Jangan ada diskriminasi. Semua organisasi profesi harus dilibatkan sebagai mitra. Ini amanat reformasi, bukan retorika,” ujarnya.
Tak berhenti di pelantikan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara FPWI dan DPP Developer Properti Indonesia (DEPRINDO). Langkah ini diyakini membuka ruang sinergi antara media dan sektor properti.
Ketua Umum DEPRINDO, Moh. Aditya Prabowo, S.H., menekankan pentingnya peran media dalam edukasi publik.
“Kami butuh media sebagai jembatan komunikasi. Khususnya untuk menyampaikan pentingnya kepemilikan rumah sejak muda dan menghindari hidup menyewa,” ucap Aditya.
Ia juga memaparkan tantangan besar sektor properti. Pemerintah menargetkan pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tahun lalu baru tercapai 250 ribu unit. Tahun ini targetnya 350 ribu. Ini butuh kerja kolaboratif, bukan kerja sendiri,” tambahnya.
Sebagai penutup, H. Qodiran mengajak peserta untuk menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” sebagai simbol semangat persatuan.
“Membangun organisasi harus dilandasi keprihatinan. Mari berjuang bersama, demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)














