Babel  

Polman Negeri Babel Perkuat Pendidikan Vokasi, Bidik Kerja Sama Industri Tiongkok

Sungailiat, Asatuonline.id — Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) membuka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi melalui kunjungan Hope International, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan pendidikan vokasi hingga kebutuhan tenaga kerja terampil untuk industri China di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan Polman Babel itu berjalan hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak berdiskusi mengenai peluang kerja sama pendidikan, penguatan kompetensi mahasiswa hingga peluang kerja bagi lulusan di industri internasional.

Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, M.Eng., Ph.D., hadir langsung bersama jajaran pimpinan kampus. Sementara Hope International diwakili sejumlah pihak yang bergerak dalam pengembangan pendidikan dan koneksi industri.

Dalam sambutannya, I Made Andik Setiawan menegaskan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu mengikuti perkembangan teknologi industri modern.

Menurutnya, Polman Babel terus membuka peluang kerja sama internasional sebagai langkah meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa, baik dari sisi akademik, kompetensi praktik, magang industri hingga akses kerja bagi lulusan.

“Kerja sama seperti ini menjadi langkah penting agar mahasiswa memiliki pengalaman dan lulusan Polman Babel mampu bersaing serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polman Babel selama ini aktif membangun relasi dengan berbagai perusahaan dan institusi, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan berbasis praktik dan kebutuhan industri.

Sementara itu, perwakilan Hope International, Scott, menyebut pihaknya melihat Polman Babel sebagai kampus vokasi yang memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga kerja terampil untuk kebutuhan industri asal China yang berkembang di Indonesia.

Pihak Hope International juga mengaku telah meninjau langsung aktivitas kampus. Dari hasil peninjauan itu, mereka menilai Polman Babel aktif menjalin hubungan dengan berbagai instansi dan perusahaan melalui kunjungan maupun kerja sama.

Saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026), dosen Polman Babel, Ir. Dedy Ramdhani Harahap, M.Sc. (Eng), menjelaskan kunjungan Hope International merupakan tindak lanjut atau follow up nota kesepahaman (MoU) usai kegiatan CITIEA 2026 yang digelar di UGM Yogyakarta.

“Mereka memaparkan fungsi dan tugas perusahaan mereka di Indonesia,” katanya.

Dedy menjelaskan, Hope International merupakan perusahaan asal China yang berbasis di Indonesia dan menjadi bagian dari jaringan HOPU Group di Tiongkok.

“Mereka menjembatani kerja sama pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia antara kampus Indonesia dan industri di Tiongkok,” jelasnya.

Menurut Dedy, perusahaan tersebut berperan sebagai penghubung antara kampus di Indonesia dengan industri maupun perguruan tinggi di Tiongkok yang ingin menjalin kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan SDM.

“Salah satu kolaborasi yang sudah mereka lakukan yaitu menghubungkan Liu Zhou Polytechnic University dan Liu Gong Indonesia dengan beberapa politeknik di Indonesia seperti PNP, PNJ, Polinema, Polnes, Polsri dan Polibatam,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembukaan kelas internasional dengan sistem Joint Degree 1+1+1 untuk program Diploma III dan 2+2+1 bagi program Diploma IV.

Melalui program itu, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar internasional sekaligus peluang lebih besar masuk ke dunia industri global, khususnya perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia.

Selain itu, Hope International juga akan membantu penyediaan fasilitas pendidikan seperti komputer dan media pembelajaran lain guna menunjang kelas internasional.

Dedy menambahkan, mahasiswa yang mengikuti program tersebut nantinya akan membayar SPP khusus kelas internasional. Namun, mahasiswa juga berpeluang memperoleh beasiswa dari perusahaan industri Tiongkok yang bekerja sama dalam program tersebut.

“Mahasiswa yang menerima beasiswa nantinya berpeluang direkrut langsung oleh perusahaan pemberi beasiswa setelah lulus,” bebernya.

Tak hanya itu, Hope International juga akan melakukan pemetaan dan sinkronisasi kebutuhan program studi di kampus Indonesia dengan kebutuhan industri maupun perguruan tinggi di Tiongkok agar kerja sama yang terjalin dapat saling menguntungkan bagi kedua pihak. (Humas Polman Babel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *