Ketum FPWI, Rukmana (Foto : Istimewa)
Bekasi, kba – Proses seleksi jabatan Direktur Umum dan Direktur Teknik di Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi menuai kritik pedas. Ketua Umum Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI), Rukmana, S.Pd.I menilai proses tersebut janggal dan jauh dari prinsip transparansi.
Dalam konferensi pers yang digelar Senin (7/7/2025), Rukmana menyebut proses seleksi seperti berlangsung diam-diam dan tertutup dari publik.
“Publik sama sekali tidak tahu siapa peserta seleksi, bagaimana penilaiannya, dan apa mekanismenya. Ini jelas melanggar semangat UU Keterbukaan Informasi Publik,” tegas Rukmana.
Ia menegaskan, jabatan direksi bukan posisi sembarangan. Dibutuhkan profesionalisme, integritas, dan rekam jejak yang bersih dari masalah hukum maupun keuangan.
“Kalau prosesnya saja tidak terbuka, bagaimana bisa publik percaya dengan hasilnya? Kita bicara perusahaan milik daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Rukmana juga mengingatkan soal syarat teknis calon direksi, minimal berpendidikan S1, punya pengalaman lima tahun di badan hukum, dan bersertifikat di bidang air minum.
“Direksi itu bukan tempat eksperimen. Harus benar-benar orang yang paham, bukan karena kedekatan atau titipan politik,” katanya.
Ia mendesak Bupati Bekasi agar turun langsung mengevaluasi seleksi tersebut dan membuka seluruh tahapan secara transparan ke publik.
“Kalau mau hasilnya legitimate, prosesnya harus terbuka. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan publik soal adanya permainan di balik layar,” ujarnya.
Menurutnya, direksi yang kompeten dan bersih akan menjadi motor penggerak Tirta Bhagasasi untuk memberikan layanan air bersih yang maksimal bagi masyarakat.
“Bukan hanya soal jabatan, ini soal amanah. Jangan main-main dengan kebutuhan dasar rakyat,” tutup Rukmana. (wiratno)














