Daerah  

Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemprov Jabar Siapkan Bus Gratis

Caption : Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Bandung, Asatu Online – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang pelajar dari tingkat SD hingga SMA membawa sepeda motor ke sekolah. Kebijakan ini mulai diberlakukan menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur.

“Anak-anak adalah masa depan. Keselamatan mereka prioritas,” kata Dedi dalam konferensi pers di Gedung Sate, Bandung, Jumat (19/4/2025).

Larangan ini berlaku untuk seluruh wilayah Jawa Barat. Dedi menegaskan, mayoritas pelajar belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan secara psikologis belum siap menghadapi kondisi lalu lintas.

Bus Sekolah Gratis

Untuk menunjang kebijakan tersebut, Pemprov Jabar bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota menyediakan bus sekolah gratis. Bus berkapasitas 16 orang ini khusus antar-jemput siswa dari rumah ke sekolah.

“Biaya operasional, sopir, hingga perawatan kendaraan semuanya ditanggung pemerintah daerah,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Dishub juga menjalankan program “Rute Aman Sekolah” untuk memastikan bus menjangkau daerah-daerah dengan kebutuhan transportasi tinggi.

Dorong Jalan Kaki dan Pakai Sepeda

Selain bus, pelajar yang tinggal dekat sekolah didorong berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Pemprov menilai sistem zonasi pendidikan yang sudah berjalan mendukung pola tersebut.

Edukasi Keselamatan Lalu Lintas

Sosialisasi juga terus dilakukan ke siswa dan orang tua. Materi edukasi mencakup aturan berkendara, risiko mengemudi tanpa SIM, hingga pentingnya kesiapan mental di jalan raya.

Menuai Pro dan Kontra

Kebijakan ini mendapat beragam respons. Beberapa orang tua di wilayah pedesaan khawatir soal akses ke sekolah, sementara banyak pihak lain menilai langkah ini sebagai bentuk perlindungan terhadap anak.

Pemprov Jabar memastikan evaluasi rutin akan dilakukan. Penambahan armada dan perluasan trayek bus sekolah juga sedang dirancang agar kebijakan ini berjalan efektif di seluruh daerah.

“Ini bukan soal larangan semata, tapi soal keselamatan dan masa depan generasi kita,” tutup Dedi. (Wrn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *