Daerah  

Pj Gubernur Aceh Safrizal Sambut Peserta ICOSOPP dengan Jamuan Hangat, Dukung Kolaborasi Ekonomi Syariah Internasional

Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal, ZA M. Si Menyampaikan Sambutan Sekaligus Gala Dinner dan Temu Ramah Bersama Peserta Konferensi Internasional 3RD ICOSOPP 2024 di Anjong Monmata, Pendopo Gubernur Aceh, Selasa, 29/10/2024. Foto : Ist

Banda Aceh, Asatu Online– Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, mengadakan jamuan makan malam untuk menyambut tamu dan peserta Konferensi Internasional tentang Kebijakan Publik Berorientasi Syariah dalam Sistem Ekonomi Islam atau yang dikenal dengan International Conference on Shariah-Oriented Public Policy in Islamic Economic System (ICOSOPP). Acara berlangsung di Anjong Mon Mata, kompleks Pendopo Gubernur Aceh, pada Selasa (29/10/2024) malam.

Konferensi ICOSOPP ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar Raniry, Banda Aceh, dengan tujuan menggali konsep-konsep kebijakan publik berbasis syariah yang relevan dalam perkembangan ekonomi Islam saat ini. Peserta konferensi terdiri dari akademisi dan praktisi kebijakan publik dari berbagai universitas, baik dalam maupun luar negeri, yang memiliki perhatian terhadap sistem ekonomi Islam.

Para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut datang dari institusi ternama seperti Universitas Yala Rajabhat Thailand, Universitas Kelantan Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Islam Indonesia. Selain itu, sejumlah akademisi dari berbagai universitas di Aceh dan beberapa provinsi lain di Indonesia juga turut memeriahkan kegiatan ini, mencerminkan skala internasional dari konferensi ini.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Safrizal menyampaikan rasa hormat dan bahagianya dapat menjamu para tamu dari berbagai daerah dan negara. Ia mengungkapkan harapannya agar seluruh peserta merasa nyaman dan berkesan selama berada di Aceh, yang dikenal sebagai Bumi Serambi Mekkah. “Kami sangat senang menyambut tamu dari berbagai belahan dunia. Semoga acara ini memberikan pengalaman yang baik bagi semua peserta,” ujar Safrizal.

Safrizal juga mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar Raniry yang telah memprakarsai penyelenggaraan konferensi ICOSOPP. Menurutnya, acara ini sangat penting dalam mempererat hubungan akademik dan kerjasama internasional di bidang ekonomi Islam. Ia berharap diskusi yang terjalin dalam konferensi ini dapat melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang berkontribusi pada pembangunan Aceh dan negara-negara peserta.

Lebih lanjut, Pj Gubernur Aceh ini menyebutkan bahwa pendekatan kebijakan publik yang berlandaskan nilai-nilai syariah sangat relevan dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi modern. “Saya berharap konferensi ini menjadi ruang kolaborasi antarnegara untuk mengembangkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambah Safrizal.

Selain menjamu para tamu, acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor UIN Ar Raniry, Prof. Dr. Muniburrahman, M.Ag., yang mendukung penuh upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dalam mempromosikan pemikiran ekonomi Islam. Prof. Muniburrahman menyatakan bahwa konferensi ini adalah bentuk komitmen UIN Ar Raniry dalam mengkaji solusi ekonomi berbasis syariah yang dapat diterapkan di Indonesia dan dunia Islam.

Acara jamuan malam tersebut berlangsung hangat dengan berbagai sajian khas Aceh, yang memperlihatkan keramahan dan kekayaan budaya Aceh kepada para tamu. Safrizal berharap bahwa suasana ini memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta konferensi, terutama bagi tamu yang baru pertama kali mengunjungi Aceh.

ICOSOPP menjadi forum yang sangat penting untuk mendiskusikan isu-isu mendasar terkait kebijakan publik syariah dalam ekonomi Islam, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Pj Gubernur Aceh dan peserta lainnya berharap bahwa hasil dari konferensi ini dapat menjadi kontribusi konkret dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah yang semakin kuat dan aplikatif.

Dengan berakhirnya acara jamuan makan malam ini, diharapkan konferensi ICOSOPP dapat berjalan lancar dan menghasilkan berbagai rekomendasi penting. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Aceh sebagai pusat studi ekonomi Islam di Indonesia, yang menarik perhatian para akademisi dan praktisi dari berbagai negara.

Penulis : Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *