Peresmian Destar Point Juni 2022

  • Bagikan

Pangkalpinang, Asatu Online – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terus mempercepat pengoperasian Destar Point. Setelah selesai dibangun pada awal 2022 sampai kini deretan bangunan di sepanjang Jalan Soekarno Hatta atau depan BB Tower itu belum dioperasikan.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) mengakui, memang sampai hari ini Destar Point tersebut belum dioperasikan. Rencananya, pengoperasian sentra kuliner dan oleh-oleh tersebut akan dimulai pada bulan Juni 2022 ini setelah ada tenant atau pengelola yang hendak mengurus kawasan tersebut.

“Mudah-mudahan bulan Juni ini semuanya bisa terlaksana, sehingga Destar Point yang sudah lama kita nantikan ini sudah bisa sudah mulai dimanfaatkan fungsinya,” katanya, Jum’at (3/6/2022).

Molen mengatakan, sampai kini memang pihaknya masih mencari tenant yang benar-benar berminat dan kompeten dalam mengelola serta memajukan pasar di Pangkalpinang.

Ada sekitar 13 gerai yang ada di kawasan tersebut yang dibangun dua lantai. Dimana delapan gerai berada di bawah dan lima gerai berada di atas.

Untuk harga sewa ruko sendiri, pemerintah kota mengusulkan sebesar Rp14-15 Juta per tahun tergantung dari ukuran ruko.

Hal itu dinilai sudah cukup murah. Bahkan untuk lantai dua akan digratiskan selama beberapa bulan ke depan.

“Diskusi tadi Rp15 juta per tahun, itu kita kasih murah sajalah untuk sementara ini. Bahkan yang di atas itu (Sambil) menunggu nanti kita gratiskan dulu untuk yang memang benar-benar kompeten, berminat memajukan Pangkalpinang,” terang Molen.

Disisi lain lanjut dia, selain Destar Point ada kawasan baru yang akan segera dioperasikan tahun ini juga dan sudah selesai dibangun, yakni Pusat Kuliner Dealova PGK. Yakni kawasan kuliner yang berada di Taman Dealova Pangkalpinang.

Kawasan tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang saat ini menjajakan dagangannya di tepi jalan di seputar taman tersebut.

“Yang di Taman Dealova juga secepatnya akan kita operasikan juga tahun ini,” ujarnya.

Walaupun demikian Molen berujar tetap optimis dengan pengoperasian Destar Point tersebut akan menambah pemasukan baru bagi pihaknya. Itu juga bertujuan untuk memberikan fasilitas modern bagi pelaku UMKM supaya mempunyai ruang untuk memasarkan produknya.

Terlebih kawasan tersebut dahulunya merupakan rumah toko yang terbengkalai aset milik Pemkot Pangkalpinang. Dengan adanya pembangunan itu, setidaknya pengembangan kota tidak hanya terpusat pada suatu titik kota, tapi di pinggiran juga akan bertumbuh titik ekonomi baru.

“Tugas saya ini bagaimana from zero to hero (Dari nol menjadi pahlawan) tempat-tempat yang tidak terpakai yang tidak ditoleh, tidak ekonomis kita jadikan barang ini. Seperti ketam (Kepiting) Remangok,” tuturnya.

 

 

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *