Indonesia Siap Mengarung Jeram Di Bosnia

  • Bagikan

Jakarta, Asatuonline.id – Jeda panjang akibat pandemi telah berakhir. IRF World Rafting Championship (WRC) setelah surut selama dua tahun kembali di gelar. International Rafting Federation (IRF) telah menyetujui penyelenggaraan WRC di sungai Vrbas dan sungai Tara, di kawasan Banjaluka – Foca, Bosnia Herzegovina, Eropa.

WRC akan digelar pada 25 Mei hingga 1 Juni 2022. Dua tim arung jeram Indonesia siap bertarung di IRF WRC 2022, kata Diah.

Sementara, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) mengirimkan tim untuk kategori Masters Women, dan U23 Women. Tim Masters adalah untuk atlit arung jeram berusia 40 tahun ke atas. Terdiri dari pegiat arung jeram dari masa mahasiswa.

Masters Women Indonesia (MWI) sudah terbentuk dan bertanding sejak 2017. Sedangkan tim usia 23 tahun ke bawah dibentuk sejak mereka masih di divisi Youth dan meraih podium juara pada IRF WRC 2019 di Australia.

IRF WRC 2019 adalah kejuaraan dunia arung jeram yang terakhir diselenggarakan sebelum pandemi menghentikan lomba arung jeram antar negara anggota IRF, tuturnya.

Ia menjelaskan WRC 2022 adalah untuk kategori R4 atau empat pendayung. Secara bergantian setiap tahun penyelengaraan WRC digilir antara kategori R4 dengan R6 atau enam pendayung.

“Tim MWI yang kali ini didukung oleh Bank BTN dan PT TIMAH terdiri dari Amalia Yunita (54), Ammy Kadarhutami (58), Fidelia Nuria (45), Rafika Sustiyani (43) dan Veronica Margaretha Catharina (59). Tim U23 terdiri dari Lista Natasya Peniwati (22), Selawati Solihin (21), Siti Nuranti (20), Wulanda Fetri Febriayana (18) dan Diana Lapanda (20).” Jelasnya.

Kedua tim ini secara terpisah dikelola oleh manajer, pelatih dan pendukung yang berbeda namun ada kesamaan. Manajer tim U23 adalah Ammy Kadarhutami yang juga atlit di MWI. Manajer untuk MWI adalah Miranda Wiemar (54). Pelatih tim MWI Andi Suherli, pengarung jeram pemandu senior dari sungai Citarik Sukabumi Jawa Barat. Sama juga pelatih U23 Aceng Supendi adalah rekan Andi dari Citarik, Sukabumi, lokasi wisata arung jeram Jawa Barat. Sambungnya.

Lomba arung jeram terdiri dari empat disiplin Sprint, Head to Head (H2H), Slalom dan Down River Race (DRR). Sprint adalah mengarungi sepenggal sungai berjeram dengan jarak tempuh maksimal dua menit.

Pemenangnya diurut dari capaian ke finis tercepat. H2H di mana dua perahu berdamping berlomba mencapai garis finis, setelah melingkari 2 boya yang terpasang di tepian kiri dan kanan sungai. Slalom mengarungi jeram melalui gerbang gerbang tiang dengan warna merah dilakukan ke arah hulu (upstream) melawan arus, dan warna hijau ke hilir (downstream) mengikuti arus.

Slalom dinilai sulit karena tiang gerbang tidak boleh tersentuh apa pun untuk tidak mendapatkan angka penalti (hukuman) selain kecepatan mengarung untuk menentukan juara. Terakhir adalah yang membutuhkan daya tahan terbesar, yakni DRR. DRR dilakukan pada penggal sungai bisa sepanjang 12 hingga 16 kilometer, papar Diah Bisono melalui keterangan tertulisnya, Jumat (20/5)

Menurutnya lomba DRR diselenggarakan di sungai Tara di kawasan Foca pada 1 Juni 2022. Sedangkan ketiga disiplin sebelumnya di sungai Vrbas di Banjaluka dari 27 Mei untuk Sprint, 28 Mei untuk H2H, dan 29 Mei untuk Slalom.

Lomba Slalom akan menjadi tontonan menarik karena akan diselenggarakan pada malam hari. Kegiatan arung jeram di Indonesia berkembang sejak 1975 dan saat ini merupakan kegiatan yang diminati baik untuk sarana wisata, pelatihan maupun kompetisi, tuturnya.

FAJI bergabung menjadi anggota KONI pada tahun 2014 dan kegiatan olahraga prestasi arung jeram semakin berkembang.

Pada IRF World Rafting Championship 2015 yang diselenggarakan di Sungai Citarik, Jawa Barat, Indonesia, tim Indonesia mendapatkan 23 medali dari 120 medali yang diperebutkan.

Tiga diantaranya adalah medali emas. Prestasi ini merupakan awal dari pencapaian besar bagi tim Indonesia selama ikut serta dalam World Rafting Championship sejak 2003.

Pada kejuaraan World Rafting Championsip 2017 di Jepang, tim Indonesia berhasil meraih 1 emas dan 2 perunggu. Dan pada World Rafting Champs 2019, di Tully River, Australia, Tim Women Indonesia telah mampu mencatat prestasi sebagai juara dunia arung jeram, imbuhnya…(*)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *