Depok, Asatu Online — Ketua DPC PSI Cimanggis, Suhenra, menegaskan mesin partainya harus bergerak hingga tingkat bawah. Usai pelantikan pengurus DPC dan DPRt Cimanggis, Suhenra mengaku siap turun langsung ke masyarakat untuk menjalankan program partai sekaligus mempersiapkan kader menghadapi Pileg 2029.
Hal itu disampaikan Suhenra seusai pelantikan pengurus DPC dan DPRt Cimanggis di Dapur Ngacir Saung Mandra, Depok, Sabtu (19/9/2026).
“Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar. Pengukuhan pengurus DPC dan DPRt Cimanggis yang baru dilantik berjalan dengan lancar,” kata Suhenra kepada wartawan.
Suhenra mengatakan DPC Cimanggis akan menjalankan program yang telah diarahkan DPP PSI. Ia menyebut kegiatan di tengah masyarakat akan mulai digencarkan pada Oktober 2026.
“Setelah pelantikan ini kita akan menjalankan program dari DPP untuk banyak kegiatan di masyarakat. Arahan dari Mas Kaesang dan Pak Jokowi dari DPP harus turun ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, sejumlah DPRt di wilayah Cimanggis akan menjadi titik awal kegiatan. Langkah tersebut, kata Suhenra, sekaligus untuk memastikan struktur partai benar-benar aktif di tingkat bawah.
“Insya Allah mulai Oktober kita mulai ada pergerakan aktif di beberapa titik DPRt untuk kegiatan PSI di Cimanggis,” katanya.
Terkait persiapan Pileg 2029, Suhenra mengatakan pihaknya mulai melakukan penjaringan bakal calon legislatif (bacaleg). Untuk wilayah Cimanggis, tersedia enam kursi yang akan diperebutkan.
“Sekarang masih proses mencari dan menyaring beberapa bacaleg untuk 2029. Untuk calon saya baru 10, harus 15. Nanti akan di-screen siapa yang layak dan cocok menjadi caleg,” jelasnya.
Suhenra juga menyinggung persoalan loyalitas pengurus. Dia memastikan pengurus DPC dan DPRt yang baru telah melalui proses verifikasi internal. Pengurus yang sebelumnya dinilai tidak sejalan dengan partai disebut telah dikeluarkan.
“Seharusnya sudah tidak ada lagi indikasi pengurus yang dua kaki. Sebelum pelantikan saya dan tim sudah investigasi, kita cek per orang. Sebelumnya memang ada, akhirnya kita keluarkan,” tegasnya.
Dia menyebut proses verifikasi bahkan dilakukan dengan mendatangi rumah calon pengurus. Langkah itu dilakukan untuk memastikan struktur di tingkat bawah benar-benar diisi kader yang sesuai dengan garis partai.
“Untuk yang sekarang sudah dipastikan semua adalah PSI, karena saya sudah verifikasi sampai datang ke rumahnya,” katanya.
Kehadiran Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus dalam kegiatan tersebut juga disebut Suhenra menjadi momentum penting. Dia menyebut hampir 200 orang hadir dalam pelantikan DPC dan DPRt Cimanggis.
“Ini suatu kehormatan. Pak Bestari Barus juga terlihat antusias dengan kehadiran kita yang ramai dan komplit. Hampir 200 orang hadir,” ujarnya.
Suhenra menilai jumlah kehadiran tersebut menunjukkan struktur PSI di Cimanggis telah terbentuk hingga tingkat bawah. Data kepengurusan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada DPP.
“Ini menunjukkan DPC dan DPRt di Cimanggis itu ada, bergerak dan valid orang-orangnya. Nanti semuanya akan dilaporkan ke DPP,” katanya.
Dia menegaskan DPC dan DPRt harus menjadi ujung tombak partai di tengah masyarakat. Karena itu, dirinya memilih turun langsung ke tingkat bawah untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga.
“DPP paling memperhatikan tingkat DPC karena suara ada di DPC dan DPRt. Kita sebagai pengurus DPC diwajibkan turun ke masyarakat,” kata Suhenra.
Menurutnya, persoalan warga yang ditemui di lapangan beragam, mulai pendidikan, kesehatan hingga persoalan sampah. Dengan turun langsung, kata dia, pengurus dapat mengetahui kebutuhan masyarakat tanpa hanya mengandalkan laporan.
“Sudah tidak ada lagi DPRt yang datang ke DPC, tapi DPC yang turun ke DPRt. Kita akan mengetahui kendala apa saja yang ada di masyarakat, baik masalah pendidikan, kesehatan, sampah dan lain-lain,” ujarnya.
Suhenra mengaku sikapnya yang turun langsung ke masyarakat sempat membuat warga terkejut. Namun, dia menilai seorang ketua DPC tidak seharusnya menjaga jarak dengan masyarakat.
“PSI berbeda dengan yang lain. Saya beberapa kali turun ke DPRt, ke masyarakat dan mereka kaget, ‘Oh, ketua turun’. Jarang banget. Saya dapat laporan biasanya ketua di atas,” tuturnya.
“Saya menjalankan perintah dari DPP. Kita nggak usah gengsi sebagai ketua DPC. Kita butuh masyarakat, mereka butuh suara dan kita wajib membantu mereka,” imbuh Suhenra.
Disinggung apakah dirinya akan maju sebagai calon legislatif pada Pileg 2029, Suhenra menjawab terbuka. Dia menyatakan siap ikut dalam proses pencalonan meski masih ada waktu cukup panjang untuk menentukan kandidat.
“Insya Allah saya maju. Tapi masih jauh, banyak bacaleg lain yang berpotensi dan cukup bagus kualitasnya. Untuk meramaikan dan tetap satu visi untuk bereskan di Dapil Cimanggis, saya ikut maju,” pungkasnya.
Laporan : Johanes
















