Lebih dari Sekadar Rapor: Menguatkan Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

Bangka, Asatu Online –Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat pembagian rapor semester ganjil pada Jumat (19/12/2025). Kehadiran orang tua yang selama ini didominasi oleh para ibu, kali ini justru diwarnai oleh meningkatnya kehadiran para ayah yang turut mendampingi anak-anak mereka. Fenomena ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran baru bahwa peran ayah dalam pendidikan anak memiliki urgensi yang tidak dapat diabaikan.

Kesadaran tersebut sejalan dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 14 Tahun 2025 oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Kebijakan ini bertujuan mendorong partisipasi aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah. Lebih jauh, gerakan ini diarahkan untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Kehadiran ayah di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kedekatan emosional dengan anak, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat komunikasi antara orang tua dan guru, serta menanamkan kesadaran bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini relevan dengan kondisi anak-anak di Indonesia yang menghadapi fenomena fatherless. Data United Nations Children’s Fund (Unicef) tahun 2021 mencatat sebanyak 20,9 persen anak Indonesia tumbuh tanpa figur ayah. Angka ini terus meningkat hingga mencapai 25,8 persen berdasarkan hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025. Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya kehadiran emosional dan keterlibatan ayah secara utuh dalam kehidupan anak, misalnya ayah yang hanya berfokus pada pemenuhan ekonomi sehingga urusan pendidikan sepenuhnya diserahkan kepada ibu. Situasi ini berpotensi berdampak pada rendahnya disiplin, kesulitan belajar, hingga kenakalan anak akibat absennya figur ayah sebagai teladan dalam proses tumbuh kembang (Zam Zam, 2025).

Dalam dunia pendidikan, ayah sejatinya memiliki peran strategis dalam perkembangan anak. Mufarrohah (2024) mengemukakan bahwa kehadiran ayah berkontribusi terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kepercayaan diri anak. Ketika ayah memantau perkembangan akademik, berdiskusi tentang capaian pembelajaran, serta memberikan dukungan dan semangat, anak cenderung menunjukkan motivasi belajar yang lebih positif. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar yang utuh dan bermakna.

Selain itu, peran ayah juga erat kaitannya dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial anak. Sayyidina dkk. (2022) menegaskan bahwa ayah berperan menanamkan disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab melalui keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan belajar di rumah, pembatasan penggunaan gawai, kehadiran dalam kegiatan sekolah, serta keterlibatan aktif dalam memantau perkembangan akademik merupakan bentuk konkret kontribusi ayah. Pendidikan karakter yang diperkuat oleh kehadiran ayah akan membantu anak membangun kontrol diri, empati, serta kemampuan berinteraksi secara sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dengan demikian, Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) tidak dapat dimaknai sekadar sebagai kehadiran simbolik pada momen pembagian rapor. Gerakan ini menegaskan bahwa pendidikan anak bukan hanya urusan sekolah atau ibu semata, melainkan tanggung jawab bersama dalam keluarga. Kehadiran ayah di sekolah seharusnya menjadi pintu masuk bagi keterlibatan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam kehidupan anak. Jika dijalankan secara konsisten, gerakan ini bukan hanya menjadi jawaban atas persoalan fatherless, tetapi juga merupakan investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: admin

Penulis: Firdaus Habibi, M.Pd

(Dosen Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur Pangkalpinang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *