Pramukapreneur Bangka, Arinda Unigraha Wakili Babel di Pelatihan Pertanian FAO 2025

Pangkalpinang, Asatu Online— Muhammad Arinda Unigraha Utama, sosok Pramuka Wirausaha (Pramukapreneur) sekaligus Andalan Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Bangka, terpilih menjadi peserta Pelatihan Pertanian Pemuda yang digelar oleh Badan Pangan Dunia (FAO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kegiatan tersebut bertajuk TCP Pelatihan Petani Keren Batch III Tahun 2025.

Arinda menjadi salah satu dari 32 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia setelah melewati proses seleksi ketat yang dilakukan menggunakan bahasa internasional. Ia berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya dengan beragam latar belakang.

Pelatihan ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Wisata (BUPERTA) Cibubur, Jakarta, sejak 14 September hingga 16 Oktober 2025, dengan menghadirkan narasumber dan pelatih nasional maupun internasional. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara FAO, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sejumlah lembaga dan tokoh turut menjadi trainer dalam kegiatan ini, di antaranya Sekolah Seniman Pangan Indonesia, Habibi Garden, Self Learning Institut, Indera Agri Indonesia, Matcha Farm, GEF-SGP Indonesia, serta akademisi dan pakar seperti Prof. Yudho Giri (Universitas Indonesia), Prof. Erizal Jamal (BRIN), Yayasan Bina Usaha Lingkungan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Keikutsertaan Arinda tidak lepas dari kiprahnya sebagai pemuda Bangka Belitung yang aktif dalam gerakan lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Ia dikenal melalui aksi dan inisiatif nyata dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup di daerahnya.

“Selama satu bulan, kami dibekali banyak materi tentang pertanian presisi dan berkelanjutan. Mulai dari Smart Farming, Digital Farming, Internet of Things (IoT) untuk pertanian, pengolahan lahan, green house, hingga pengolahan pasca panen,” ujar Arinda.

Ia menambahkan, para peserta juga belajar tentang ecoenzym, biocompond, biochar, pupuk organik cair, perma culture, hingga perancangan bisnis pertanian. Menurutnya, program ini diharapkan mampu mendorong anak muda Indonesia untuk kembali tertarik pada dunia pertanian, mengingat saat ini Indonesia menghadapi fenomena aging farmer, di mana sebagian besar petani berusia lanjut.

Arinda merasa bangga bisa menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah asalnya dengan dukungan pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan Gerakan Pramuka Bangka.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bangka, Dr. Zamzani, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Kita patut bersyukur dan bangga memiliki kader muda seperti Kak Arinda. Ia menjadi contoh nyata kader Pramuka Bangka yang kreatif dan penuh semangat. Kwarcab Bangka memang tengah berbenah, termasuk dalam peningkatan SDM melalui berbagai pelatihan positif seperti ini,” ujar Zamzani.

Ia menambahkan, Arinda merupakan Andalan Cabang Pramuka Bangka yang baru dikukuhkan pada April lalu dan saat ini dipercaya sebagai Ketua Badan Usaha Milik Pramuka (BUMP) sekaligus Ketua Koperasi Pramuka Tunas Kelapa Kwarcab Bangka, serta Pengurus PIM Saka Bahari Kwarcab Bangka.

Zamzani berharap Arinda dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman berharga dari pelatihan tersebut untuk dibagikan kepada para anggota muda Pramuka Bangka, serta terus menjaga nama baik organisasi di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *