Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar (Foto : Ist)
Jakarta, Asatu Online – Gelombang desakan agar Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri kian membesar. Kritik makin keras setelah seorang pengemudi ojek online tewas terlindas kendaraan barikade dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai peristiwa tersebut bukti nyata kegagalan aparat dalam menjaga keamanan. Ia bahkan menyebut Kapolri sudah tidak pantas lagi memimpin institusi kepolisian.
“Kapolri jelas gagal total. Aparat tidak mampu mengendalikan situasi, malah rakyat yang jadi korban. Presiden Prabowo jangan ragu, segera copot Kapolri agar marwah institusi dan kepercayaan publik bisa diselamatkan,” tegas Rahmad, Sabtu (30/8/2025).
Rahmad menambahkan, kericuhan demo tidak bisa dilepaskan dari situasi ekonomi rakyat yang makin sulit. Harga kebutuhan pokok naik, penghasilan stagnan, sementara pejabat sibuk pamer gaya hidup mewah.
“Rakyat lapar, pejabat berjoget ria. Ini tamparan keras bagi bangsa. Sentimen sosial jangan diremehkan. Bila api kemarahan rakyat dibiarkan, gejolak lebih besar bisa meledak kapan saja,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah bersama DPR harus segera turun tangan dengan langkah nyata, bukan sekadar retorika politik. Ia menekankan tiga langkah darurat yang wajib ditempuh:
1. Mengendalikan harga kebutuhan pokok agar daya beli rakyat tidak ambruk.
2. Menyalurkan subsidi tepat sasaran bagi masyarakat kecil.
3. Menunjukkan keteladanan pejabat dengan hidup sederhana, bukan pamer hedonisme.
“Rakyat sudah muak dengan janji manis. Yang mereka tunggu adalah solusi konkret. Kalau Presiden tidak segera bertindak, bukan hanya Kapolri yang kehilangan legitimasi, tapi juga pemerintah bisa kehilangan kepercayaan rakyat,” tutupnya. (*)















