Kebun Sawit PT SNS di Desa Air Putih, Berkah atau Beban? Warga Sebut CSR Nol, Jalan Umum Dipalang Portal

Caption: Jalan umum melewati HGU PT SNS di Desa Air Putih oleh warga berharap lebih ditingkatkan. (Rudy).

Mentok, Asatu Online– Keberadaan Kebun Sawit PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) di Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat menuai sorotan. Alih-alih membawa berkah, perusahaan sawit ini justru dianggap membebani masyarakat.

Pasalnya, hingga kini kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) disebut nol besar. Selain itu, PT SNS juga memasang portal di jalan umum yang sudah ada sejak lama, sehingga menghambat aktivitas warga setempat.

“Setahu saya setelah konfirmasi dengan kades lama maupun baru, belum pernah desa menerima CSR. Kalau bantuan kecil pernah, tapi plasma nol besar,” kata seorang tokoh masyarakat Desa Air Putih yang enggan disebutkan namanya, Kamis (28/8/2025).

Ia juga menduga ada penanaman sawit di luar Hak Guna Usaha (HGU), bahkan hingga masuk ke kawasan Hutan Produksi (HP). “Sebaiknya dikonfirmasi ke BPN, karena ada penanaman di luar HGU dan di lahan HP,” tambahnya.

Warga makin geram karena portal di Dusun Selindung, Desa Air Putih, kerap jadi penghalang. Para pemilik kebun yang ingin melintas mengaku harus diperiksa security meski mereka adalah warga sekitar.

“Setiap lewat kita dicegat, diperiksa, padahal kita ini pemilik kebun di sini, jauh sebelum ada portal,” kata warga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut warga, tindakan security menutup jalan dengan portal itu dinilai sewenang-wenang. Portal yang dibangun di jalan eksisting milik desa sejak awal memang menuai polemik, sebab jalan itu sudah ada jauh sebelum kebun PT SNS berdiri.

“Kalau perusahaan memang bertanggung jawab, mestinya jalan ini diurus. Jangan cuma dipalang portal, sementara permukaan jalan dibiarkan rusak,” ujar warga lainnya.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan desa menuju kebun sawit PT SNS memang rusak parah. Permukaan jalan banyak berlubang dan becek saat hujan. Ironisnya, jalan menuju kantor perusahaan terlihat lebih mulus karena ditimbun tanah puru.

Asisten Kebun (Askeb) PT SNS, Supri, saat dikonfirmasi membenarkan adanya portal. Menurutnya, portal itu bertujuan menjaga keamanan. “Yang punya lahan tetap bisa masuk, tapi mobil luar memang ditanyai oleh security,” kata Supri. Namun, ketika disinggung soal portal berdiri di jalan desa, Supri enggan memberi penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Erwin Krisnawinata, belum memberikan tanggapan terkait keberadaan kebun PT SNS, CSR, plasma 20 persen, maupun status HGU perusahaan tersebut. **

Penulis: Rudy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *