Caption : Ilustrasi
Sorong, Asatu Online – Praktik perjudian kupon putih jenis togel di Kota Sorong kian merajalela. Ironisnya, aktivitas ilegal ini seolah dibiarkan begitu saja oleh aparat penegak hukum, khususnya di bawah naungan Polresta Sorong Kota.
Pantauan di lapangan dan laporan dari berbagai sumber menyebutkan, judi togel masih bebas beroperasi di sejumlah titik di wilayah hukum Polresta. Hal ini memunculkan kekecewaan mendalam dari masyarakat, tokoh agama, dan pemuda yang menilai aparat seakan ‘tutup mata’ terhadap pelanggaran hukum yang nyata.
“Kami sangat menyesalkan lemahnya penindakan dari aparat kepolisian. Sudah berkali-kali disorot masyarakat, namun tetap saja praktik judi ini jalan terus. Seolah-olah ada pembiaran yang disengaja,” ungkap salah seorang warga Sorong yang enggan disebut namanya, Senin (7/4/2025).
Praktik perjudian ini disebut dikelola oleh sosok bernama Hartono alias HRT, yang dikenal sebagai tangan kanan dari bandar besar bernama Billy. Nama Billy sendiri sudah lama dikenal sebagai bos judi terbesar dengan jaringan situs ‘judol’ yang tersebar luas, salah satunya bernama Nexus. Bisnis haram ini bahkan dikabarkan menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah setiap harinya.
Yang lebih memprihatinkan, para juru tulis (jurtul) togel yang bekerja di bawah jaringan ini terkesan kebal hukum. Mereka bebas beroperasi tanpa takut ditangkap, seolah praktik judi ini telah dilegalkan. Masyarakat pun curiga, aktivitas ini dilindungi oleh oknum aparat yang bermain di belakang layar.
“Kalau aparat serius, tak butuh waktu lama untuk membongkar jaringan ini. Tapi kenyataannya, bos-bos judi itu malah makin kuat dan ekspansi ke wilayah lain seperti Nabire dan Timika. Ini bukti ada yang membekingi,” tambah warga lainnya dengan nada kesal.
Warga pun mendesak Kapolri untuk segera turun tangan. Mereka meminta agar Kapolda Papua Barat Daya, Kapolresta Sorong Kota, hingga Kapolsek segera menindak tegas jaringan judi togel ini. Mereka menuntut penutupan total aktivitas togel 303 di Sorong dan penangkapan para bandarnya.
“Kami tidak mau tanah kami dikotori oleh praktik haram seperti ini. Judi membuat masyarakat miskin, menghancurkan keluarga, dan merusak moral. Pemerintah harus segera bertindak!” tegas tokoh pemuda setempat.
Masyarakat kini menanti langkah tegas dari pimpinan Polri, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk menyelamatkan Papua Barat Daya dari cengkeraman bisnis haram yang terus merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolresta Sorong Kota belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan Asatu Online sejak Senin pagi (7/4/2025). (*)














