Gedung Yayasan Cut Mutia Banda Aceh (Foto: Ist. Asatuonline.id)
Banda Aceh, Asatu Online – Isu Penyebaran Aliran Wahabi dalam Pengajaran mereka menjadi pusat perhatian masyarakat dan mengakibatkan keributan dikompleks Yayasan Cut Mutia Banda Aceh pada Senin, 11 Maret 2024.
Tokoh Agama dan masyarakat menuntut agar pengajaran Wahabi tidak di izinkan di wilayahnya dikarenakan di nilai meresahkan dan mengenai hal tersebut tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah Gampong (Desa) setempat setelah permintaan disampaikan.
Teungku H.Husaini Ahmad, mengungkapkan beredarnya informasi tentang larangan mengadakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW disekolah yang dianggap sebagai perbuatan bid’ah menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan Masyarakat.
“Kejadian ini terjadi di jalan Banda Aceh Medan Kawasan Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh terkait kejadian tersebut mengakibatkan kemarahan warga setempat,” ungkap Husaini dalam keterangan pers pada Sabtu (27/4).
Oleh karena itu, Husaini berharap pentingnya menjaga keberagaman dan memastikan bahwa pengajaran di lembaga pendidikan tidak menimbulkan ketegangan atau komplik diantara mereka.
Penulis: Marwan















