Caption: Gedung PT Alakasa Industrindo Tbk.
Jakarta, Asatu Online – PT Alakasa Industrindo Tbk mencatat penurunan tajam kinerja penjualan secara konsolidasian pada kuartal I 2026. Nilai penjualan perusahaan anjlok hingga lebih dari 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam keterangan pers yang disampaikan Direksi PT Alakasa Industrindo Tbk, Jumat (26/6/2026), disebutkan bahwa penjualan konsolidasian pada kuartal I 2026 hanya mencapai Rp18,59 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp69,44 miliar.
PT Alakasa Industrindo Tbk merupakan perusahaan induk yang menjalankan usaha di sektor real estat melalui anak usaha PT Alakasa Extrusindo (AE), industri pabrikasi aluminium melalui PT Alakasa Andalan Mitra Sejati (AAMS), serta perdagangan bahan baku aluminium dan bauksit melalui Alakasa Company Limited (ACL).
Di tengah penurunan kinerja secara konsolidasi, anak usaha AAMS justru mampu membukukan pertumbuhan penjualan. Pada kuartal I 2026, nilai penjualannya meningkat menjadi Rp11,11 miliar dibandingkan Rp10,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, penurunan drastis berasal dari kinerja ACL. Anak usaha yang bergerak di perdagangan aluminium dan bauksit tersebut tidak mencatatkan penjualan sama sekali pada kuartal I 2026. Padahal, pada kuartal I 2025, ACL masih mampu membukukan penjualan sebesar Rp57,78 miliar.
Direksi menjelaskan bahwa nihilnya penjualan ACL disebabkan perusahaan masih dalam proses memperbarui perjanjian jual beli dengan sejumlah pelanggan lama sekaligus melakukan negosiasi dengan calon konsumen baru.
“Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan turunnya nilai penjualan pada kuartal I 2026,” demikian disampaikan Direksi dalam keterangannya.
Meski menghadapi tekanan kinerja pada awal tahun, manajemen menegaskan akan terus mencari peluang bisnis baru yang dinilai potensial guna memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Langkah tersebut akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek nilai investasi dan risiko bisnis agar pertumbuhan perusahaan dapat berkelanjutan.
Penurunan penjualan yang signifikan ini menjadi tantangan bagi PT Alakasa Industrindo Tbk untuk segera memulihkan kinerja, terutama melalui percepatan penyelesaian kontrak dagang dan ekspansi pasar baru di sektor aluminium dan properti. (*)














