Pangkalpinang, Asatu Online – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang bersiap menerapkan sistem kerja kombinasi work from home (WFH) dan work from office (WFO) bagi pegawainya mulai Jumat pekan depan.
Kebijakan tersebut diambil usai rapat internal bersama jajaran pimpinan sebagai langkah penyesuaian pola kerja, tanpa mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pangkalpinang, Widya Eva Sari, mengatakan skema yang diterapkan adalah pembagian 50 persen pegawai bekerja dari rumah dan 50 persen lainnya tetap bekerja di kantor.
“Kita terapkan 50 persen WFH dan 50 persen WFO. Namun, pelayanan kesehatan tetap berjalan normal karena unit layanan tidak boleh berhenti,” ujar Widya, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, penerapan WFH dilakukan secara selektif dan difokuskan pada pegawai administratif. Sementara tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan seperti puskesmas dan unit layanan lainnya tetap bekerja seperti biasa.
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara efektivitas kinerja pegawai dan keberlangsungan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
“Kami pastikan koordinasi tetap optimal. Meski sebagian pegawai bekerja dari rumah, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain menjaga kinerja, skema kerja fleksibel ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional di lingkungan Dinkes Pangkalpinang.
Pihaknya menegaskan akan melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif tanpa menurunkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.**













