Polman Babel Gelar Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara

Sungailiat, Asatuonline – Civitas akademika Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) mengikuti sosialisasi penggunaan dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang digelar di Gedung Kuliah Bersama kampus setempat, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab bersama terhadap aset negara yang digunakan dalam kegiatan pendidikan di lingkungan kampus.

Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Pengelolaan BMN dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel.

Dalam kegiatan itu, hadir sebagai narasumber akademisi sekaligus praktisi di bidang ekonomi pembangunan, kebijakan publik, dan pengelolaan aset negara, Muhammad Nur Hidayat, M.M. Ia memaparkan secara komprehensif mengenai regulasi hingga praktik pengelolaan BMN di lingkungan instansi pemerintah.

Wakil Direktur II Polman Babel, Muhammad Subhan, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan BMN bagi seluruh civitas akademika.
Menurut dia, pengetahuan yang baik terkait pengelolaan aset negara akan berdampak langsung pada kualitas tata kelola lembaga.

“Sosialisasi ini penting agar kita memahami bagaimana menjaga serta merawat barang milik negara dengan baik,” ujar Subhan.

Ia juga mengingatkan seluruh pegawai maupun mahasiswa agar memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap fasilitas yang ada di lingkungan kampus.

“Gunakan dan rawatlah fasilitas kampus sebagaimana kita menjaga barang milik sendiri di rumah,” katanya.

Sementara itu, dalam pemaparannya Muhammad Nur Hidayat menjelaskan bahwa setiap pegawai wajib memahami aturan terkait pengelolaan BMN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 junto Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020.

Menurut dia, regulasi tersebut menjadi landasan hukum dalam pengelolaan aset negara agar berjalan tertib, efisien, dan akuntabel.

Ia menambahkan, pengelolaan BMN tidak hanya berkaitan dengan penggunaan barang semata, tetapi juga mencakup perencanaan kebutuhan, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pengawasan serta pelaporan aset.

“Dengan sistem pengelolaan yang baik, aset negara dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pihaknya berharap pemahaman yang diperoleh para peserta tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari di lingkungan kampus. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *