Depok, Asatuonline.id – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fransiscus Samosir atau yang akrab disapa Bang Frans, kembali menyapa konstituennya di wilayah Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Kegiatan reses keenam yang digelarnya pada Sabtu (4/10/2025) itu berlangsung sukses dan penuh antusiasme warga.
Dalam dialog bersama masyarakat, Frans mendengarkan berbagai aspirasi dan keluhan warga. Ia menyebut, permasalahan yang dihadapi warga Sukmajaya relatif serupa dengan wilayah lain.
“Hampir semua masalah yang disampaikan warga sama, mulai dari infrastruktur, banjir, penumpukan sampah, kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan Posyandu dan PKK. Semua membutuhkan perhatian cepat dan solusi konkret,” ujar Frans.
Terkait Posyandu dan Posbindu, Frans menyoroti perlunya pembaruan sarana dan prasarana yang sudah banyak mengalami kerusakan.
“Banyak alat-alat pelayanan yang sudah usang dan perlu diganti agar kegiatan masyarakat bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi perhatian utama.
“Banyak warga yang tidak lagi berpenghasilan tetap dan tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Mereka perlu bantuan. Namun bagi warga yang masih memiliki penghasilan cukup, kami dorong untuk memperbaiki secara mandiri agar bantuan tepat sasaran,” jelas Frans.
Frans juga menyoroti minimnya fasilitas kesehatan di beberapa kelurahan.
“Contohnya di Kelurahan Cisalak, warga sangat membutuhkan keberadaan Puskesmas karena jarak untuk berobat terlalu jauh. Ini akan kami dorong agar segera direalisasikan,” ujarnya.
Masalah pendidikan turut menjadi perhatian. Banyak warga mengeluhkan jarak sekolah negeri yang terlalu jauh dan keterbatasan daya tampung.
“Kami ingin tidak ada lagi anak-anak Depok yang putus sekolah. Semua aspirasi warga ini akan kami tampung dan perjuangkan bersama,” tegasnya.
Menutup kegiatan resesnya, Frans juga berkomitmen untuk mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya dengan memberikan bantuan permodalan.
“Kita bantu warga yang berjualan di kantin sekolah atau usaha kue rumahan agar bisa menopang ekonomi keluarga. Selain itu, kami juga memiliki kelompok arisan warga yang cukup aktif sebagai wadah saling dukung,” tutup Bang Frans. (*)














