Depok, Asatu Online– Suasana hangat terasa di pelataran Masjid DPRD Kota Depok, Minggu (8/6/2025). Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Siswanto, tampak akrab duduk santai bersama puluhan awak media. Sambil bersenda gurau, mantan jurnalis itu menyatu tanpa jarak dengan para pewarta.
Hari itu, Fraksi PKB bersama Sekretariat DPRD (Setwan) menggelar pemotongan hewan kurban. Tak sekadar ibadah, agenda ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi dan menebar kepedulian, khususnya kepada mitra kerja DPRD: para jurnalis.
Sebanyak empat ekor kambing disembelih, tiga dari Fraksi PKB dan satu dari Setwan. Daging kurban kemudian dibagikan kepada insan pers dan staf pendukung DPRD sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga arus informasi publik.
“Iduladha adalah momentum berbagi. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini menjadi jembatan informasi antara DPRD dan masyarakat,” ujar Siswanto.
Tak sekadar pernyataan formal, ucapan Siswanto terasa personal. Ia tahu betul seluk-beluk kerja jurnalistik karena dirinya juga tumbuh dari dunia pers.
“Saya paham betul beratnya perjuangan teman-teman media di lapangan. Ini mungkin belum seberapa, tapi semoga menjadi awal dari perhatian yang lebih besar ke depan. Tahun depan akan kami persiapkan lebih baik agar manfaatnya lebih luas,” imbuhnya.
Siswanto menambahkan, total hewan kurban yang disalurkan PKB tahun ini mencapai 36 ekor, terdiri dari 8 sapi dan 28 kambing. Untuk wilayah DPRD Depok, tiga ekor kambing diserahkan langsung oleh Fraksi PKB.
Sementara itu, perwakilan Setwan, Teguh, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni tahunan.
“Kurban ini bukan sekadar menyembelih hewan. Ini simbol kebersamaan dan rasa syukur kami kepada Allah SWT, sekaligus bentuk kedekatan dengan masyarakat dan para mitra kerja,” katanya.
Langkah Fraksi PKB dan Setwan mendapat apresiasi dari kalangan jurnalis. Banyak dari mereka merasa dihargai dan diakui keberadaannya sebagai bagian dari ekosistem demokrasi lokal.
“Kurban bukan hanya soal daging, tapi tentang menyambung hati dan menguatkan empati,” tutup Siswanto. (Jo)
















