Keberhasilan Proyek Irigasi di Desa Rias: Ketua GP3A Junjung Besaoh Bangka Selatan Sampaikan Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi

  • Bagikan

Tahang Ketua KTNA dan GP3A Junjung Besaoh Bangka Selatan ( Foto : ist)

Rias, Basel, Asatu Online – Proyek irigasi sawah yang baru saja selesai di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan telah membawa perubahan signifikan bagi kehidupan petani setempat. Proyek yang dimulai pada awal tahun 2023 ini kini sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, memberikan suplai air yang lebih stabil dan teratur bagi lahan pertanian di Desa Rias.

Tahang, Ketua Kontak Tani Nelayanan Andalan (KTNA) dan juga Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Junjung Besaoh Kabupaten Bangka Selatan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI Joko Widodo, Kepada Menteri PUPR RI karena melalui Balai Kementerian PUPR Wilayah Sungai Bangka Belitung, yang telah berhasil membangun dan merehabilitasi bendungan, baik Irigasi Primer, Sekunder, maupun Tersier.

“Dulu kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Namun, dengan adanya sistem irigasi baru ini, sawah kami selalu teraliri air. Hasil panen pun meningkat pesat,” ujar Tahang, Sabtu (6/7/2024).

Lebih lanjut, Tahang menyebutkan bahwa masyarakat petani Desa Rias sangat berterima kasih karena telah merasakan manfaat peningkatan pola tanam padi dari IP 100 ke IP 200. Peningkatan ini sudah terlaksana tanpa hambatan terkait sumber air di Desa Rias, bahkan saat ini sudah ada sekitar 1000 hektar sawah yang selesai tanam padi dengan IP 200 di wilayah irigasi Desa Rias.

“Kami sekarang bisa menanam padi lebih sering karena air tersedia sepanjang tahun. Sebelumnya, kami hanya bisa panen sekali dalam setahun karena kekurangan air. Proyek ini benar-benar membantu meningkatkan kesejahteraan kami,” kata Tahang sambil tersenyum bahagia.

Tahang berharap, pada tahun mendatang, proyek irigasi di Desa Rias dapat semakin dikembangkan dan ditingkatkan. “Atas nama petani Desa Rias, kami berharap pemerintah pusat dapat menganggarkan kembali proyek irigasi di Desa Rias, karena masih banyak pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi yang harus dikerjakan.”

Proyek irigasi ini didanai oleh pemerintah daerah dengan bantuan teknis dari para ahli pertanian. Selain membangun saluran irigasi, proyek ini juga mencakup pelatihan bagi para petani tentang cara mengelola air secara efisien dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan keberhasilan proyek ini, Desa Rias kini menjadi salah satu desa dengan produksi padi tertinggi di wilayah tersebut. Masyarakat berharap agar program-program serupa terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Tahang. (**)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *