Mulkan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Wood Chip PT. Mentari Biru Energi

  • Bagikan

Foto : Bupati Bangka Mulkan saat meletakan batu pertama 

Bangka, Asatu Online – Bupati Bangka H.Mulkan, SH.MH melakukan peletakan batu pertama/ground breaking pembangunan pabrik Wood Chip PT. Mentari Biru Energi, di Jalan Raya Air Duren kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Senin (10/7/2023).

Kegiatan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine ground breaking dan penandatanganan kerjasama antara PT.Bakti Energi Sejahtera dengan PT. Maharaksa Biru Energi Tbk,dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Dalam sambutannya, Bupati Bangka H. Mulkan, SH.MH mengatakan, semua investasi dapat diberi kemudahan dan regulasi yang mudah. Dengan latar belakang bisnis kecil-kecilan dan regulasi yang berbeli akan menghambat investasi.

“Kondisi di Bangka Belitung ini sangat kondusif dan bersinergi yang baik. Kesejahteraan semua lapisan
masyarakat mendukung dan menyatu serta memberikan efek domino untuk semuanya yang diharapkan juga akan ada kesejahteraan untuk masyarakat,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung investasi dan bisa membantu ekonomi masyarakat. Sekarang ini daya beli sangat rendah tidak sesuai dengan pendapatan masyarakat.

“Perlu cara dan solusi agar dapat membantu masyarakat seperti transportasi dan peralatan serta diharapkan dapat dipikirkan karena pabrik ini berlangsung lama,” imbuhnya.

Diakuinya, pemerintah daerah sangat menyambut baik dan mendukung karena air dan listrik menjadi hal utama dalam kehidupan kita. Dan investasi ini merupakan kado terbaik di masa akhir kepemimpinan kami yang akan berakhir tanggal 27 September mendatang.

“Dengan adanya supplay listrik yang banyak, otomatis akan menarik investor lain untuk menanamkan modalnya di Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka,” Katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar mengatakan, keberadaan pabrik ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Karena bisa memanfaatkan hasil kayu dan kebun sawit dan digunakan untuk pabrik, menjadi salah satu pendukung ekonomi masyarakat,” Ungkap Iskandar.

Direktur Utama PT.Mentari Biru Energi dan juga Direktur Maharaksa Biru Energi, Tbk, Bobby Gafur Umar dalam sambutannya mengatakan pembangunan ini diharapkan menjadi investasi yang berguna bagi masyarakat.

“Sekarang ini Indonesia di masa depan ada perubahan iklim.Dengan adanya kesepakatan Paris yang telah ditandatangani dan akan ada energi terbaru untuk menggantikan energi fossil,” Pungkasnya.

Dijelaskannya, sekarang ini dengan adanya pelabuhan dan dukungan infrastruktur dan melihat potensi yang ada. Babel ini sangat besar potensinya salah satunya dengan hutan produktif yang dapat mengubah transisi energi.untuk memulainya sangat merugi dan sekarang ini sudah mulai membaik untuk mewujudkan co-firing.

“Sekarang ini, PLTU Air Anyir menjadi yang terbaik untuk program co-firing di Indonesia dan akan ada investasi tambahan sebesar Rp.12 miliar dengan potensi Kabupaten Bangka,” jelasnya.

Boby juga menyampaikan, perusahaannya untuk memperbaiki lingkungan dengan pembangunan pabrik wood chip dan menjadi barometer Indonesia. Untuk itu, diharapkan adanya dukungan dari pemerintah yakni terkait keamanan dan kepastian hukum dan selanjutnya modal investasi dapat kembali.

Dirinya berharap bantuan dan dukungan pemerintah dan tahun 2030, listrik dengan batubara akan bertahap digantikan dengan energi terbarukan serta digiatkan penanganan pohon kembali.

Sementara itu, Widi Pancono selaku Direktur PT. Mentari Biru Energi mengatakan pabrik akan beroperasi 12 ribu ton/bulan di lahan kurang lebih 6000 meter persegi. Selain itu juga Sekarang ini dalam tahap pembangunan yang ditargetkan akan selesai dalam empat bulan dan beroperasi pada bulan Nopember tahun 2023.

“Produksi awal sekitar 3000 ton /per bulan dan diharapkan 40 persen menggantikan batubara. untuk pekerjanya ada 40 orang langsung dan 100 lebih yang tidak langsung dari daerah setempat dan pemeliharaan mesin dan suku cadang akan dilakukan sendiri disini,” Ujarnya.

Selanjutnya, Lutfinazi dari PT.BES, didirikan pabrik ini untuk mengembangkan lingkungan hijau dalam mewujudkan langit dan laut yang biru. Hal ini dalam mendukung ekonomi biru dan program energi biru yang ditargetkan 20 persen.

“Program pemerintah yakni co-firing untuk pembangkit listrik PLN PLTU Bangka dapat terwujud,” tutupnya.

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *