Nasib Proyek SPAM Simpang Rimba Basel, Sudah Mangkrak, Peralatannya Hilang Semua

  • Bagikan

Keterangan Foto : Tampak Luar Bangun SPAM

Keterangan foto : Pompa sudah hilang

Simpang Rimba, Basel, asatuonline.id – Nasib proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung sangat mengenaskan.

Sudah tidak berfungsi sejak dibangun pada tahum 2014, sekarang semua peralatannya telah hilang dirampok oleh orang tidak dikenal ( OTD).

Padahal waktu saat dibangunnya proyek SPAM itu, tujuannya untuk mencukupi ketersediaan Air Minum yang bersih untuk desa sskitarnya.

Proyek itu masuk proyek vital yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo pada Tahun 2014, dengan menganggarkan anggaran senilai 2,9 Triliun Rupiah untuk semua proyek SPAM di seluruh Indonesia.

Keterangan Foto : Ginset harga ratusan juta sudah hilang

Hal itu dijelaskan oleh Direktur Pengembangan Air Minum (PAM) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR ) Mochammad Natsir menuturkan empat proyek SPAM yang ditargetkan tuntas tahun ini.

“Kita perkirakan beberapa  SPAM ini sudah bisa beroperasi dalam waktu dekat, karena saat ini proses konstruksinya sudah selesai dan tinggal melakukan tahapan uji coba,” kata Natsir di Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Kemudian, Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustin mengatakan upaya peningkatan pelayanan dan akses air minum juga dilakukan untuk mendukung tercapainya target rencana Milenium Developments Goals (MDGs) bidang air minum diakhir tahun 2015 menjadi 70% dan meningkat hingga 100% pada tahun 2019 sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2014-2019.

Selanjutnya, anggaran Pemerintah sebesar itu termasuk anggaran proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) Desa Simpang Rimba Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan yang dibuat pada tahun 2014, oleh Satuan Kerja ( Satker SPAM Babel) yang saat itu dipimpin oleh Budiman ST MT.

Keterangan Foto : Gedung pendukung sudah kosong ssmua peralatannya

Namun sayang sekali, sejak selesai dikerjakan tahun 2014, proyek SPAM Simpang Rimba yang menelan dana lebih kurang 5 Milyar menggunakan APBN itu tidak pernah dipergunakan oleh masyarakat Desa Simpsng Rimba dan Desa Permis dan sekarang proyek itu mangkrak dan tidak bisa digunakan lagi.

Berdasarkan pantaun asatuonline.id pada Sabtu (14/8/2021), proyek SPAM 5 Milyar itu hanya tinggal gedungnya saja yang sudah hampir roboh, sementara semua mesin – mesin Pompa dan segala peralatannya sudah hilang termasuk genset listrik dan Pipa besi.

Sementara itu Kepala Desa Permis Rahmi mengaku tidak mengetahui siapa yang mencuri peralatan dan mesin Pompa SPAM Desa Simpang Rimba itu, kapan hilangnya juga pihak Desa Permis tidak mengetahui karena menurut Pihak Desa Permis, pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh pihak desa.

“Selama saya menjabat Kepala Desa Permis, sampai saat ini pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh desa, dan sampai saat ini juga proyek itu tidak pernah bisa dinikmati,” imbuh Rahmi..( tim)

 

 

 

 

 525 total views

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *