Bangka Selatan, Asatu Online – Tangis haru tak mampu dibendung Hellis Dianti (41), warga Jalan Mawar, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Kekhawatiran yang selama ini menghantui keluarganya terkait biaya pendidikan sang putri akhirnya sedikit terobati setelah menerima bantuan pendidikan dari PT TIMAH Tbk, Jumat (26/6/2026).
Bantuan tersebut menjadi secercah harapan bagi Hellis agar putrinya, Gladis, dapat melanjutkan pendidikan di Semester V Program Studi Psikologi Islam, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung.
Dengan mata berkaca-kaca, Hellis menceritakan perjuangan keluarganya mempertahankan pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.
“Awalnya kami benar-benar kesulitan. Berkat bantuan kerabat, anak kami akhirnya bisa kuliah. Selama ini biaya kuliah bahkan uang jajannya juga ditanggung oleh kerabat kami,” ujar Hellis.
Namun cobaan kembali datang ketika kerabat yang selama ini menjadi penopang biaya pendidikan meninggal dunia. Sejak saat itu, keluarga Hellis kehilangan sumber pembiayaan dan kembali dihadapkan pada ancaman putus kuliah.
“Kami sudah berusaha mencari bantuan ke berbagai tempat. Alhamdulillah hari ini kami mendapatkan bantuan dari PT TIMAH. Kami sangat bersyukur karena bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” katanya.
Dengan penghasilan suami yang bekerja serabutan sebagai pendulang timah, Hellis mengaku sempat pasrah. Bahkan, ia dan suaminya pernah mempertimbangkan menghentikan kuliah Gladis karena tidak lagi sanggup membayar biaya pendidikan.
“Kami sempat berdiskusi untuk menghentikan kuliah anak kami. Tapi saat ingin menyampaikan hal itu, anak kami hanya diam dan lebih banyak mengurung diri. Kami khawatir kondisi psikologisnya terganggu,” ungkapnya.
Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga ini terus dihantui ketidakpastian. Karena itu, bantuan dari PT TIMAH menjadi angin segar yang membuka kembali harapan mereka.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Semoga menjadi jalan bagi anak kami untuk menyelesaikan kuliahnya dan meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gadung, Iskandar, mengapresiasi kepedulian PT TIMAH yang dinilai konsisten hadir membantu masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial, mulai dari bantuan sosial hingga dukungan di bidang pendidikan.
“Selama ini PT TIMAH cukup sering membantu masyarakat. Yang paling kami rasakan di antaranya bantuan sapi kurban setiap Iduladha dan bantuan sembako. Kali ini perusahaan juga membantu biaya pendidikan warga kami. Tentu ini sangat kami apresiasi,” katanya.
Menurut Iskandar, bantuan pendidikan yang diterima keluarga Hellis tepat sasaran karena kondisi ekonomi keluarga tersebut memang tergolong kurang mampu.
“Kalau melihat kondisi sehari-harinya, keluarga Ibu Hellis memang layak menerima bantuan. Suaminya bekerja serabutan sebagai pendulang timah dengan penghasilan yang tidak menentu. Bantuan ini setidaknya dapat meringankan biaya kuliah anaknya,” ujarnya.
Ia berharap program bantuan pendidikan PT TIMAH dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak-anak di Desa Gadung yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
“Desa Gadung merupakan salah satu wilayah IUP PT TIMAH yang cukup luas. Kami berharap program CSR perusahaan terus hadir membantu masyarakat, terutama melalui beasiswa dan bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang bisa mengenyam pendidikan tinggi dan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” harap Iskandar.(*)















