Waduh! Masuk Sekolah Dasar di SDN 3 Pangkalpinang Diminta Bayar 1,5jt?

  • Bagikan

Pangkalpinang, Asatuonline.id– Sekolah Dasar Negeri adalah sekolah milik negara, semua fasilitas sekolah dan gaji semua Guru di sekolah negeri ditanggung oleh negara kecuali guru honor.

Jadi tidak ada alasan apapun jika pihak sekolah menarik dana masuk untuk siswa baru masuk sekolah, apalagi mau masuk Kelas Satu.

Tidak ada alasan untuk uang bangku atau uang apapun dan kalau itu dilakukan, hal itu sudah masuk dalam katagori korupsi dan kalau sudah korupsi, pihak berwajib diminta menyikapinya.

Hal itu bermula dari keluhan beberapa Orang Tua Murid yang Anaknya sudah terdaftar di SDN 3 Pangkalpinang kepada awak media asatuonline.id, Senin (5/7) di Pangkalpinang.

Menurut pengakuan EL
pada hari Sabtu (3 / 7 /2021) sekira Pukul 08.00 Wib Seluruh peserta didik PPDB diundang untuk mengikuti rapat bersama Kepsek SDN 3 Pangkalpinang dan Komite, turut hadir Pengawas Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Bambang Birkuota.

Dalam rapat tersebut, Pengawas SD Bambang menyampaikan bahwa Anggaran SDN 3 Pangkalpinang, ada beberapa item yang harus dipenuhi dengan adanya penambahan siswa baru.

“Untuk itu diperlukan kesepakatan orang tua peserta didik, pihak sekolah dan komite menentukan jumlah kekurangan dari anggaran sekolah,” jelas Bambang saat itu.

Dari hasil perhitungan anggaran yang dikemukakan Pengawas Bambang, maka disepakati oleh Orang Tua peserta didik dan pihak sekolah, dengan dikenakan biaya sekitar Rp 400.000,- sampai dengan Rp 500.000,- untuk setiap siswa.

Namun hal ini berubah, dengan inisiatif Kepala Sekolah SDN 3 Pangkalpinang Ibu Puspa bersama Komite yang membuka pembahasan kepada Orang Tua peserta didik tanpa sepengetahuan Bambang selaku pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang.

Dalam pembahasan tersebut Komite dengan didampingi Kepsek SDN 3 Pangkalpinang menyampaikan kepada Orang Tua peserta didik.

“Kalau anak bapak/ibu mau sekolah di SDN 3 ini harus bayar Rp1.500.000,- dan silahkan yang setuju ditanda tangan, kalau tidak setuju silahkan tidak perlu masuk ke sekolah SDN 3 ini,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, beberapa Orang Tua yang Anaknya sudah terdaftar di SDN 3 Pangkalpinang merasa terkejut dan spontan mengeluh, apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini, bukannya mengurangi beban Orang Tua, ternyata pihak Sekolah Dasar juga seperti itu.

” Waduh, dalam keadaan susah dan zaman Covid-19 seperti ini masih ada juga pihak Sekolah yang berbuat zalim ya,” ujar salah Satu Orang Tua yang tidak mau namanya dituliskan.

Sementara itu pihak Sekolah Dasar Negeri 3 Kota Pangkalpinang melalui Kepala Sekolahnya, Ibu Puspa tidak membantah dan tidak membenarkan hal tersebut, namun Ibu Puspa meminta awak media datang ke SDN 3 Kota Pangkalpinang besok (maksudnya Selasa red)

“Maaf..besok..ke sekolah saja..biar enak duduk bersama..Ibu selalu di sekolah,” terang Ibu Puspa, Senin (5/7).

“Kayaknya..berita ini kurang pas..apa yang disampaikan..jadi lebih baik..ananda yang media datang ke ibu..jangan sampai salah berita..nanti repot,” tambahnya.

Sementara pihak Komite SDN 3 Kota Pangkalpinang belum memberikan tanggapan terkait penarikan Uang Masuk sejumlah Rp 1.500.000,- tersebut, namun asatuonline.id sudah beberapa kali mengirim pesan konfirmasi kepada Komite SDN 3 Kota Pangkalpinang melalui Bendahara Chevy Yohanes, tetapi belum ada respon..(Amin)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *