Jakarta, Asatu Online — Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyoroti sosok Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang dikenal humoris, tegas, supel, rendah hati, humanis, dan dekat dengan masyarakat.
Menurut Rahmad, ia telah mengenal karakter Suyudi sejak menjabat sebagai Kapolsek Tanah Abang. Hingga kini, Suyudi dinilai tetap menunjukkan sikap humoris dan tegas dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan di kepolisian.
“Sepanjang yang saya ketahui, sosok Suyudi Ario Seto sudah dikenal sejak menjabat Kapolsek Tanah Abang sebagai pribadi yang humoris dan tegas dalam menjalankan tugas,” ujar Rahmad, Senin (5/10/2026).
Menurut Rahmad, karakter seorang pimpinan Polri yang mau turun langsung ke tengah masyarakat menjadi salah satu cara untuk mengetahui secara nyata berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendengar aspirasi warga terkait pelayanan kepolisian.
“Selama menjabat Kapolda Banten, beliau merupakan sosok yang dekat dengan masyarakat. Beliau gemar turun langsung, menyapa warga, melihat kondisi di lapangan, sekaligus mendengar secara langsung berbagai persoalan terkait kinerja kepolisian dan kamtibmas,” ujar Rahmad.
Rahmad juga menilai pengalaman Suyudi saat bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan perhatian terhadap upaya pemberantasan narkotika yang dibarengi dengan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
“Selama di BNN juga turun langsung dalam pemberantasan narkoba maupun edukasi tentang bahaya narkoba. Artinya, pendekatan kepada masyarakat dan upaya pencegahan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas,” kata Rahmad.
Ia mengatakan, kehadiran seorang pimpinan kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial. Lebih dari itu, interaksi langsung dengan warga dapat menjadi ruang untuk menyerap informasi mengenai kondisi kamtibmas sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Rahmad, kepemimpinan di tubuh Polri tidak semata-mata berbicara mengenai penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kemampuan membangun komunikasi, mendengar aspirasi, serta memberikan pelayanan yang dekat dengan masyarakat.
“Pemimpin Polri harus mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar dan melihat langsung persoalan yang terjadi. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat terus dibangun,” ujarnya.
Rahmad berharap karakter kepemimpinan yang terbuka, humanis, dan dekat dengan masyarakat tersebut dapat terus dipertahankan Suyudi dalam menjalankan amanah dan tugasnya sebagai pimpinan Polri.
Ia juga berharap pengalaman panjang Suyudi, baik dalam tugas kepolisian maupun pemberantasan narkotika, dapat terus menjadi modal dalam memperkuat pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (why/mn)









