HUT RI ke-81 di Jakarta Utara Tak Sekadar Seremoni, Yayasan Generasi Priuk Dorong Gerakan Peduli Lingkungan

Jakarta, Asatu Online – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Jakarta Utara tidak sekadar diisi dengan upacara dan perlombaan. Momentum kemerdekaan dimanfaatkan Yayasan Generasi Priuk untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur masyarakat dan tokoh yang selama ini aktif memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan. Di antaranya Lurah Tugu Utara Kusmadi, Kapolsek Koja Kompol Dr. Andry Suharto, S.H., M.H., Ketua Panitia Kurniawan yang mewakili Yayasan Generasi Priuk, serta pemerhati lingkungan Kapten Siswadi.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T. Kehadiran unsur kepolisian, organisasi, tokoh masyarakat, dan pemerhati lingkungan menunjukkan bahwa persoalan sampah dan kebersihan membutuhkan kolaborasi lintas elemen.

Ketua Panitia sekaligus perwakilan Yayasan Generasi Asli Priok Cerita-Cerita Baru dari Masa Lalu (YAGAPRI), Kurniawan, mengatakan persoalan sampah harus dihadapi dengan langkah nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi wacana.

Menurutnya, pengelolaan sampah perlu diarahkan pada konsep terpadu yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Permasalahan sampah yang menjadi momok, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, perlu disikapi dengan tindakan yang aktual dan faktual. Kita harus mampu menjadi problem solver melalui pengolahan sampah terpadu,” kata Kurniawan.

Ia menjelaskan, pengolahan sampah organik dapat diintegrasikan dengan sektor perikanan, pertanian, dan peternakan. Konsep tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Pengolahan sampah organik yang terpadu dan termitigasi dengan perikanan, pertanian, serta peternakan diharapkan dapat menciptakan konsep zero waste di lingkungan masyarakat, khususnya di RW 08 Semper Barat,” ujarnya.

Kurniawan menambahkan, gerakan tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan RW 08, Kelurahan Semper Barat, yang bersih, nyaman, hijau, dan produktif. Selain persoalan lingkungan, konsep tersebut juga diarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk warga yang belum memiliki pekerjaan.

Dorongan tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur kewajiban pemilahan sampah dari sumbernya. Kebijakan tersebut mendorong warga, perkantoran, dan kawasan usaha untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari tempat asalnya, termasuk penguatan pengelolaan sampah di tingkat RW melalui Bank Sampah.

Ketua Umum IPJI, Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T., menegaskan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak dapat semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting untuk mencegah persoalan sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan, mulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Kun Wardana menilai penanganan sampah membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, dan warga.

Tanpa kesadaran kolektif, berbagai program kebersihan dikhawatirkan hanya menjadi kegiatan sesaat dan tidak menyentuh akar persoalan.

Karena itu, momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 dinilai menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran baru bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui lingkungan yang sehat, bersih, hijau, dan layak bagi masyarakat.

Sementara itu, pemerhati lingkungan Kapten Siswadi mengajak masyarakat Jakarta Utara tidak bersikap apatis terhadap persoalan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta saling mengingatkan antarwarga merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu pemerintah bergerak baru kita peduli. Masyarakat juga harus mengambil peran,” tegas Siswadi.

Ia berharap kegiatan yang digagas Yayasan Generasi Priuk tidak berhenti sebagai seremoni memperingati HUT Kemerdekaan RI, tetapi berkembang menjadi gerakan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Semangat kemerdekaan, menurutnya, semestinya tidak hanya terlihat dari meriahnya perayaan. Semangat itu juga harus tercermin dari kepedulian warga dalam menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.

“Kemerdekaan harus terasa dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan memberikan ruang hidup yang layak bagi masyarakat.” (*)

Penulis: Wah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *