PangkalPinang, Asatu Online – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pengembangan kompetensi yang terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk mencetak talenta unggul yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga kapasitas kepemimpinan guna mendukung pertumbuhan dan transformasi perusahaan.
Program pengembangan kompetensi di PT TIMAH disusun berdasarkan Learning Architecture perusahaan yang selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) serta kebijakan pembelajaran karyawan yang berlaku di lingkungan perusahaan dan entitas anak.
Direktur Sumber Daya Manusia PT TIMAH, Ratih Mayasari, mengatakan pengembangan SDM menjadi salah satu fokus strategis perusahaan dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis.
Menurut Ratih, PT TIMAH memiliki banyak tenaga ahli dengan kompetensi teknis yang kuat. Namun, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan kepemimpinan yang mumpuni agar mampu memberikan kontribusi optimal bagi perusahaan.
“Kalau berbicara industri timah di Indonesia, banyak tenaga ahli dan kompetensi terbaik berada di PT TIMAH. Namun kompetensi tinggi harus dibarengi dengan leadership yang baik. Tanpa kepemimpinan yang kuat, potensi yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal,” ujar Ratih.
Karena itu, pengembangan leadership competency menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembelajaran karyawan. Melalui penguatan kepemimpinan, perusahaan ingin melahirkan lebih banyak talenta yang mampu berkolaborasi, mentransformasikan pengetahuan, serta mendukung implementasi strategi bisnis secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pengembangan kompetensi di PT TIMAH mencakup lima aspek utama, yakni leadership competency, core competency, critical competency, technical competency, dan certification competency.
Untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif, perusahaan menerapkan beragam metode pengembangan kompetensi, mulai dari pelatihan tatap muka, workshop, webinar, sertifikasi, e-learning hingga on the job training.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian sepanjang tahun 2025. Sebanyak 3.848 karyawan telah mengikuti berbagai program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dengan total 149.050 jam pelatihan atau rata-rata 39 jam pelatihan per karyawan.
Ratih menjelaskan, perusahaan juga mulai membangun sistem berbagi pengetahuan (knowledge sharing) dari para karyawan berpengalaman untuk mempercepat proses regenerasi kepemimpinan.
Salah satu program unggulan yang telah diluncurkan adalah TELP (TINS Executive Leadership Program) yang memasuki seri perdana pada awal 2026.
“Kami mulai membangun sistem berbagi pengetahuan dari para karyawan yang memiliki pengalaman agar dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru. TELP menjadi salah satu program besar yang kami luncurkan dan telah memasuki seri pertama pada awal 2026. Ke depan akan ada beberapa seri lanjutan yang menyasar berbagai level kepemimpinan,” jelasnya.
Selain fokus pada penguatan kepemimpinan, PT TIMAH juga memperkuat pengembangan jalur karier (career path) bagi karyawan yang memiliki kompetensi inti perusahaan. Program ini mencakup berbagai bidang strategis seperti geologi, pertambangan, pengolahan mineral hingga pengembangan mineral ikutan.
“Kami ingin memberikan ruang yang nyaman bagi karyawan untuk terus mengembangkan kompetensi inti yang mereka miliki. Dengan begitu, PT TIMAH akan memiliki SDM yang kuat, baik dari sisi kepemimpinan maupun kompetensi teknis,” katanya.
Tak hanya memperhatikan pengembangan karyawan aktif, PT TIMAH juga memberikan pembekalan bagi karyawan yang akan memasuki masa purnabakti. Sepanjang 2025, perusahaan menyelenggarakan pelatihan persiapan pensiun bagi 47 karyawan yang akan memasuki masa purnabakti maupun mengikuti program pensiun sukarela.
Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH berharap dapat membangun SDM yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri, sekaligus menjadi motor penggerak keberlanjutan perusahaan di masa depan. (*)














