PT TIMAH dan Serikat Pekerja Sepakati PKB 2026-2028, Perkuat Kesejahteraan Karyawan dan Daya Saing Perusahaan

PangkalPinang, Asatu Online — PT TIMAH Tbk bersama serikat pekerja resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026-2028. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan karyawan, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

Penandatanganan PKB dilakukan Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro, dan Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, serta disaksikan Direktur SDM PT TIMAH Ratih Mayasari, Ketua Persatuan Karyawan Timah (PKT) Ahmad Tarmizi, dan jajaran pengurus serikat pekerja di Graha Timah, Selasa (9/6/2026).

Kesepakatan tersebut merupakan hasil perundingan panjang yang dimulai sejak April 2025. Melalui empat tahap pembahasan, manajemen dan serikat pekerja berhasil menyamakan pandangan terhadap berbagai substansi yang diatur dalam PKB.

Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro, mengapresiasi seluruh tim perunding dari kedua belah pihak yang telah menunjukkan komitmen dan semangat kolaborasi hingga tercapainya kesepakatan.

“Hari ini merupakan momentum yang luar biasa. Saya mengapresiasi seluruh tim perunding, baik dari manajemen maupun serikat pekerja. Sejak saya bergabung, penyelesaian PKB menjadi salah satu agenda yang belum tuntas dan hari ini berhasil kita selesaikan bersama,” kata Restu.

Menurutnya, setiap perjanjian tentu tidak dapat mengakomodasi seluruh kepentingan secara sempurna. Namun, kesepakatan yang dicapai menjadi langkah maju yang mampu menjembatani kepentingan perusahaan dan karyawan.

Restu menegaskan, manajemen dan serikat pekerja memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan karyawan sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.

“Tujuan kita hanya dua, meningkatkan kesejahteraan seluruh karyawan dan meningkatkan kinerja perusahaan melalui produksi, pendapatan, keuntungan, serta kontribusi kepada negara,” ujarnya.

Ia juga optimistis terhadap prospek bisnis PT TIMAH ke depan. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat profitabilitas dan mengembangkan bisnis bernilai tambah yang dapat mendorong pertumbuhan pendapatan.

“Yang terpenting ke depan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan keuntungan perusahaan. Potensi bisnis PT TIMAH masih sangat besar dan peluang untuk menambah pendapatan terbuka lebar,” tambahnya.

Restu mengajak seluruh karyawan untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga semangat kerja, serta menjalankan seluruh aktivitas sesuai ketentuan yang berlaku guna mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sementara itu, Ketua IKT Riki Febriansyah mengatakan, proses perundingan yang berlangsung lebih dari satu tahun menunjukkan komitmen bersama dalam menyempurnakan berbagai ketentuan yang selama ini berpotensi menimbulkan multitafsir di lingkungan kerja.

Menurutnya, PKB yang lebih jelas dan komprehensif akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, sehat, dan produktif.

“Kami memandang serikat pekerja sebagai mitra strategis perusahaan. Pengurus IKT dan serikat pekerja terus berupaya memberikan kontribusi terbaik agar menjadi kekuatan bagi perusahaan, bukan menjadi beban. Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung keberlangsungan PT TIMAH,” katanya.

Riki menegaskan, serikat pekerja dan manajemen memiliki visi yang sama dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan.

“Kami akan terus beradaptasi menghadapi berbagai dinamika yang ada. Tujuan kita satu, yakni menjaga keberlangsungan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *