PT TIMAH Dorong Gaya Hidup Sehat, Karyawan Dibekali Pengetahuan Sindrom Metabolik

Pangkalpinang, Asatu Online — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan dan produktivitas karyawan melalui berbagai program edukasi kesehatan. Kali ini, perusahaan menggelar webinar bertema “Kenali Sindrom Metabolik, Tingkatkan Produktivitas” yang diikuti karyawan dari berbagai wilayah operasional, Senin (8/6/2026).

Webinar tersebut menghadirkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam, dr. Hamka Gunawan M, SpPD, FINASIM, serta nutrisionis RS Siloam, Linda Eratni Elik, S.Gz. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular yang berpotensi mengganggu kualitas hidup dan kinerja.

Dalam paparannya, dr. Hamka menjelaskan bahwa sindrom metabolik bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan kumpulan gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

“Sindrom metabolik sering disebut sebagai bom waktu karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 secara signifikan apabila tidak ditangani,” ujar dr. Hamka.

Ia mengatakan, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus hingga gangguan fungsi ginjal.

Meski demikian, dr. Hamka menegaskan sindrom metabolik bukan kondisi yang tidak bisa diatasi. Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang konsisten, kondisi ini dapat diperbaiki bahkan dikembalikan ke kondisi sehat.

“Kondisi ini bisa diperbaiki dan dikembalikan ke posisi sehat apabila dilakukan perubahan gaya hidup secara konsisten,” katanya.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator yang perlu mendapat perhatian, seperti obesitas sentral, kadar trigliserida tinggi, kolesterol HDL rendah, tekanan darah tinggi, serta peningkatan kadar gula darah.

Untuk menekan risiko sindrom metabolik, ia mendorong penerapan pola hidup sehat melalui pengaturan pola makan yang seimbang, aktivitas fisik secara rutin, pengendalian berat badan, menjaga kualitas tidur, serta mengelola stres dengan baik.

Sementara itu, nutrisionis RS Siloam Linda Eratni Elik memberikan edukasi terkait pentingnya pola makan sehat sebagai langkah preventif dalam mencegah penyakit metabolik. Menurutnya, asupan gizi yang tepat menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit kronis.

Melalui program edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, PT TIMAH berharap dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *