PangkalPinang, Asatu Online – Komitmen PT TIMAH Tbk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui penguatan sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), perusahaan tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pendampingan menyeluruh agar pelaku usaha mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Program PUMK menjadi salah satu upaya PT TIMAH dalam memberdayakan ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Dukungan yang diberikan mencakup pembiayaan usaha, pelatihan, pendampingan bisnis, fasilitasi promosi produk, hingga bantuan peralatan produksi bagi mitra binaan.
Melalui program ini, PT TIMAH mendorong UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat kapasitas usaha agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Sepanjang 2025, sebanyak 154 mitra binaan PT TIMAH mendapat kesempatan mengikuti berbagai pameran dan bazar. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dan jaringan bisnis baru.
Selain memperluas akses pasar, PT TIMAH juga fokus meningkatkan kompetensi pelaku usaha. Sebanyak 112 mitra binaan mengikuti berbagai pelatihan yang mencakup manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, pengembangan produk, legalitas usaha, hingga strategi bisnis.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu membentuk pelaku usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan siap menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
Tak hanya itu, PT TIMAH turut membantu meningkatkan produktivitas UMKM melalui bantuan peralatan usaha. Pada 2025, sebanyak 24 mitra binaan menerima bantuan alat produksi sesuai kebutuhan masing-masing usaha.
Bantuan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga kualitas produk, serta memperbesar kapasitas produksi sehingga pelaku usaha dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Salah satu mitra binaan PT TIMAH, Serli Heryani, pemilik usaha Mama Naya Bolen, mengaku program PUMK memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya.
Menurut Serli, dukungan permodalan, pelatihan, dan bantuan peralatan seperti oven serta showcase membuat kapasitas produksinya meningkat dan produknya semakin dikenal masyarakat.
“Alhamdulillah, sejak menjadi mitra binaan usaha saya semakin berkembang. Penjualan juga meningkat, bahkan saat momen hari raya tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Serli.
Ia juga merasakan manfaat pelatihan pengelolaan keuangan yang membantunya mengatur arus kas dan menyusun rencana pengembangan usaha secara lebih terarah.
“Saya sangat berterima kasih kepada PT TIMAH yang sudah membantu mengembangkan usaha saya. Kalau tidak ada program ini, mungkin usaha saya tidak bisa berkembang seperti sekarang,” katanya.
Hal serupa dirasakan Asriyani, pemilik usaha Asri Rusip. Ia mengatakan bantuan kulkas dari PT TIMAH sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produknya.
“Alhamdulillah, saya mendapat bantuan kulkas dari PT TIMAH. Kulkas lama sudah tidak dingin lagi sehingga rusip sulit disimpan dalam jumlah banyak. Dengan kulkas baru ini, saya bisa menyimpan stok lebih banyak dan menjaga kualitas produk,” ungkapnya.
Dengan dukungan tersebut, Asriyani optimistis mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, baik dari toko oleh-oleh, reseller, maupun pelanggan tetap.
“Terima kasih PT TIMAH Tbk. Semoga semakin maju, sukses, dan terus memberikan manfaat bagi para mitra binaan lainnya,” ucapnya.
Melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi, PT TIMAH berharap UMKM binaan tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.














