Jakarta, Asatu Online – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mendorong arung jeram sebagai olahraga unggulan sekaligus penggerak sektor sport tourism nasional.
Ketua Umum Marciano Norman menegaskan Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk menjadikan arung jeram sebagai cabang olahraga berkelas internasional.
“Saya berharap arung jeram ini menjadi olahraga unggulan, karena alam Indonesia ini sangat akrab untuk atlet-atlet arung jeram Indonesia,” ujar Marciano usai pelantikan.
Marciano meminta PB FAJI memperkuat sinergi dengan Kementerian Pariwisata agar destinasi wisata arung jeram di berbagai daerah dapat dioptimalkan secara serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan daerah, nasional hingga internasional bukan hanya menjadi ajang prestasi olahraga, tetapi juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami berharap destinasi wisata yang alamnya bagus untuk arung jeram dapat dioptimalkan. Kejuaraan-kejuaraan terbuka juga bisa menghadirkan atlet-atlet dari negara sahabat untuk datang melihat Indonesia,” katanya.
Marciano menegaskan KONI Pusat bersama 38 KONI provinsi dan 514 KONI kabupaten/kota siap mendukung penuh program pengembangan arung jeram di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum Oni Junianto menyatakan kepengurusan baru PB FAJI akan fokus pada empat pilar utama, yakni prestasi, pariwisata, konservasi sungai, dan kebencanaan.
“Ada empat pilar yang kami pegang, mulai dari prestasi, pariwisata, konservasi sungai, dan kebencanaan,” ujar Oni.
PB FAJI telah menetapkan sejumlah wilayah prioritas untuk pengembangan sport tourism arung jeram, di antaranya Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Selain fokus pada pengembangan wisata olahraga, PB FAJI juga memperkuat aspek keselamatan melalui sistem pendataan operator arung jeram secara nasional. Saat ini tercatat sekitar 800 operator, dengan 500 di antaranya telah terverifikasi dan terakreditasi.
“Kami akan mewujudkan database yang akurat sehingga titik-titik sport tourism benar-benar aman dari sisi kualitas operator,” tegas Oni.
Tak hanya itu, PB FAJI juga aktif dalam gerakan konservasi lingkungan, termasuk keterlibatan dalam kegiatan bersih sungai di kawasan Sungai Citarum.
Saat ini PB FAJI telah memiliki 28 provinsi aktif, sekitar 500 kepengurusan kabupaten/kota, serta sekitar 3.000 atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2028.
Di sisi lain, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini M. Paham memastikan pihaknya siap berkolaborasi dengan PB FAJI untuk memperkuat kualitas sport tourism nasional.
“Kami siap berkolaborasi dengan FAJI, termasuk dalam pendataan dan sertifikasi kompetensi bagi anggota FAJI yang menjadi pemandu wisata karena keselamatan wisatawan menjadi tujuan bersama,” ujarnya.














